Tersesat Nikmat di Arab Street Singapura

Referensi tentang Arab Street sudah sering lihat, tapi lokasi persisnya tidak tahu dimana dan mungkin karena tidak secara khusus mencari destinasi lokasi tersebut. Ketika teman – teman seperjuangan sedang melaksanakan ibadah sholat di Masjid Sultan, saya berkeliling sekitar masjid untuk yang kedua kalinya. Karena hari kemarin siang juga sholat di Masjid yang sama. Jadi saya sudah tau apa yang ada disekitarnya dan segala sudut Masjid sudah diambil. Rencananya kali ini akan berjalan kelingkungan yang lebih jauh. Sayang waktunya terbuang hanya berada ditempat yang sama kembali.

  

Makin jauh berjalan, sambil “nyetreet” istilah street photo saat ini, ketemulah lorong – loraong jalan yang kelihatan unik dan sangat bersih. Sebagian dindingnya ada mural dan beberapa café yang terlihat sangat unik dan kreatif. Setelah melihat papan nama jalan, barulah tau itu lingkungannya banyak nuansa Timur Tengah. Lorong – lorong yang tidak dapat dilalui mobil, diisi oleh pejalan kaki, terutama turis – turis barat (bule) yang lalu lalang. Kalau di Medan, mungkin sepeda motor pada jalan disitu. Suasananya sangat asuik, tenang dan sepertinya jauh dari hiruk pikuk kendaraan, walaupun sebenarnya dekat ke jalan utama.

 

Banyak toko-toko kecil yang menjual barang – barang kreatif, pakaian, makan kecil, café dan lain sebagainya. Bukan tokoh yang mewah. Kesannya asyik untuk orang – orang yang suka explore dan suasananya tidak ada kesan mewah atau eksklusif. Namun karena waktu terbatas, tidak dapat berlama – lama disekitar situ, dan harus secepatnya kembali ke Masjid Sultan.

 

Suasana di jalanan sudah terekam dalam foto.

Leave A Reply

Your email address will not be published.