Daftar Isi
Selama ini tempe kerap dipandang sebelah mata, hanya sebagai lauk pendamping nasi yang identik dengan makanan sederhana. Namun anggapan itu dipatahkan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Medan yang berhasil menyulap tempe menjadi camilan cokelat kekinian bernama BlissBean.
Inovasi ini lahir melalui program Pengabdian kepada Masyarakat skema Kewirausahaan yang mendapat pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka. Dalam proposalnya, tim mengusung judul “BlissBean: Inovasi Cokelat Tempe sebagai Upaya Optimalisasi Nilai Jual dan Pelestarian Cita Rasa Tradisional”.
Berawal dari Dapur Rumah

Berbeda dari kebanyakan inovasi produk yang lahir dari laboratorium atau fasilitas riset modern, BlissBean justru dikembangkan dari dapur rumah sendiri. Hal ini membuktikan bahwa ide-ide kreatif dan bernilai ekonomi tidak selalu memerlukan fasilitas mewah, cukup kejelian melihat peluang di sekitar.
Program ini dibimbing langsung oleh dosen pendamping, Eka Evriza, S.Sos., M.I.Kom., yang disebut setia mengawal tim mulai dari perumusan ide hingga eksekusi di lapangan. Dukungan juga datang dari Direktur UT Medan, Yasir Riady, yang berharap inovasi ini terus berkembang dan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berkarya.
Kegiatan ini dipimpin oleh Alda Nazwa Raihani selaku ketua pelaksana, bersama dua anggota tim yaitu Chaya Dwi Angel Lubis dan Nur Hidayah Lubis. Ketiganya berperan aktif tidak hanya dalam proses produksi, tetapi juga dalam menyusun strategi pemasaran agar BlissBean dapat diterima luas oleh masyarakat.
Memadukan Gurihnya Tempe dan Manisnya Cokelat

Ide BlissBean bermula dari keresahan sederhana: tempe yang sebenarnya kaya nutrisi dan harganya terjangkau justru kurang diminati generasi muda karena olahannya dianggap monoton. Di sisi lain, cokelat dikenal luas memiliki manfaat untuk meredakan stres dan memperbaiki suasana hati.
Dari perpaduan dua hal tersebut, lahirlah BlissBean dengan tiga varian rasa, yaitu Dark Chocolate Tempe, Milk Chocolate Tempe, dan Strawberry Chocolate Tempe. Ketiganya diracik untuk menghadirkan sensasi rasa yang unik, tanpa menghilangkan cita rasa asli tempe sebagai bagian dari warisan kuliner tradisional Indonesia.
Tampil Modern, Tetap Membumi

Tak hanya soal rasa, BlissBean juga hadir dengan kemasan yang modern, higienis, dan Instagramable, menjadikannya cocok sebagai oleh-oleh maupun hadiah spesial. Meski masih diproduksi dalam skala rumahan dengan cara yang praktis, semangat di balik produk ini terbilang serius, dengan visi menjadikan BlissBean sebagai usaha yang mandiri dan berkelanjutan bahkan setelah program pengabdian ini rampung.
Melalui langkah kecil namun bermakna ini, mahasiswa UT Medan menunjukkan bahwa pelestarian budaya kuliner dan penguatan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan, dimulai dari hal sesederhana sepotong tempe.
Sumber informasi: rilis kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat UT Medan

Comment