Daftar Isi
- 1. Menyusuri Kota Tua Hoi An dengan Xích Lô
- 2. Malam Purnama di Sungai Hoai, Lantern Festival
- 3. Berburu Lampion Ikonik di Toko Sepanjang Kota Tua
- 4. Wisata Kuliner Kaki Lima, Banh Mi dan Cao Lau
- 5. Nongkrong Malam ala Lokal di Kedai Teh dan Kafe Pinggir Jalan
- 6. Jembatan Jepang (Chùa Cầu)
- 7. Rumah Kuno Tan Ky
- 8. Pantai An Bang dan Cua Dai
- Tips Tambahan Sebelum ke Hoi An
- Penutup
Hoi An, kota kecil di pesisir Provinsi Quang Nam, Vietnam Tengah, menyimpan pesona yang sulit ditemukan di kota-kota besar Vietnam lainnya. Kalau Ho Chi Minh City sibuk dengan gedung pencakar langit dan Hanoi ramai dengan hiruk pikuk lalu lintas, Hoi An justru terasa seperti melangkah mundur ke abad ke-17, ke masa ketika kota ini jadi salah satu pelabuhan dagang tersibuk di Asia Tenggara.
Hoi An hanya berjarak sekitar 30 km atau 40 menit berkendara dari Bandara Internasional Da Nang, jadi banyak wisatawan menjadikannya kombinasi liburan bersama Da Nang. Sejak diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 4 Desember 1999, Kota Tua Hoi An berhasil mempertahankan lebih dari seribu bangunan bersejarah, jalanan berlampion, dan tradisi lokal yang masih hidup sampai sekarang. Berikut destinasi wisata Hoi An wajib dikunjungi yang bisa kamu masukkan ke itinerary.
1. Menyusuri Kota Tua Hoi An dengan Xích Lô

Cara terbaik mengenal Kota Tua Hoi An adalah dengan berjalan kaki atau naik xích lô, becak tradisional Vietnam beratap hijau dengan jok merah yang gampang ditemukan berjejer di sudut-sudut jalan. Menyusuri jalanan berbatu di antara bangunan kuning khas arsitektur kolonial Prancis yang berpadu dengan gaya Vietnam, China, dan Jepang, terasa seperti masuk ke lorong waktu.
Kota Tua ini punya jam bebas kendaraan bermotor setiap hari, jadi suasananya tenang dan nyaman untuk jalan kaki santai sambil mampir ke toko-toko kerajinan, galeri seni, dan kafe kecil di sepanjang jalan.
Info praktis:
- Lokasi: Kota Tua Hoi An, Provinsi Quang Nam
- Jam bebas kendaraan bermotor: 09.00 – 11.00 dan 15.00 – 22.00 waktu setempat setiap hari
- Tiket masuk kawasan: sekitar 120.000 VND per orang untuk wisatawan asing (sekitar Rp 78.000), berlaku 1-4 hari dan sudah termasuk akses ke beberapa museum serta rumah kuno
- Tips: sewa xích lô untuk keliling singkat, biasanya bisa nego langsung dengan pengemudi di sekitar Kota Tua
2. Malam Purnama di Sungai Hoai, Lantern Festival

Kalau kamu beruntung datang saat malam ke-14 penanggalan lunar, kamu akan menyaksikan Hoi An Lantern Festival, momen ketika lampu listrik di seluruh Kota Tua dimatikan dan diganti cahaya lampion sutra warna-warni. Sungai Hoai (cabang dari Sungai Thu Bon) dipenuhi puluhan perahu kecil yang membawa wisatawan menghanyutkan lampion kertas, sementara jembatan-jembatan di sepanjang sungai dihiasi lampion kuning menyala yang berpendar di air.
Festival ini sebenarnya berlangsung setiap bulan, tapi perayaan paling meriah biasanya jatuh di bulan purnama pertama tahun baru lunar, saat kerumunan pengunjung jauh lebih padat dibanding malam purnama biasa.
Info praktis:
- Lokasi: sepanjang Sungai Hoai, sekitar An Hoi Bridge dan Jembatan Jepang
- Jadwal: malam ke-14 setiap bulan penanggalan lunar, biasanya berlangsung sekitar pukul 18.00 – 22.00 waktu setempat
- Biaya perahu lampion: nego langsung dengan pemilik perahu, umumnya mulai sekitar 100.000-150.000 VND per perahu untuk beberapa orang
- Harga lampion apung: sekitar 10.000-20.000 VND per lampion, dijual pedagang di sepanjang tepi sungai
- Tips: datang dari sore hari sekitar pukul 17.30 untuk dapat spot bagus di tepi sungai sebelum kerumunan memuncak
3. Berburu Lampion Ikonik di Toko Sepanjang Kota Tua

Lampion adalah simbol visual paling kuat dari Hoi An. Tradisi ini diperkenalkan sejak abad ke-16 oleh pedagang China dan Jepang yang percaya lampion membawa keberuntungan bagi rumah dan bisnis mereka. Sekarang, lebih dari 10.000 lampion sutra warna-warni menghiasi jalanan, toko, dan kafe di seluruh Kota Tua, menciptakan pemandangan yang nyaris mustahil dilewatkan tanpa foto.
Beberapa toko lampion bahkan sengaja menata koleksinya sepadat mungkin di langit-langit, menciptakan lorong warna-warni yang jadi spot foto favorit wisatawan. Selain untuk difoto, lampion-lampion ini juga dijual sebagai suvenir yang bisa dibawa pulang.
Info praktis:
- Lokasi: tersebar di sepanjang Jalan Tran Phu, Nguyen Thai Hoc, dan area sekitar Pasar Malam Hoi An
- Jam operasional: umumnya buka sejak sore hingga tengah malam
- Harga lampion suvenir: bervariasi mulai sekitar 50.000 VND tergantung ukuran dan motif
- Tips: datang menjelang senja untuk melihat lampion mulai dinyalakan satu per satu, momen ini sering jadi waktu terbaik untuk foto
4. Wisata Kuliner Kaki Lima, Banh Mi dan Cao Lau

Hoi An adalah surga kuliner jalanan yang mencerminkan sejarah panjangnya sebagai kota pelabuhan multietnis. Banh mi ala Hoi An punya reputasi tersendiri, dengan isian yang lebih beragam dan roti yang renyah di luar tapi lembut di dalam. Gerobak-gerobak kecil di pinggir jalan, seperti yang biasa ditemukan di sekitar Kota Tua, menjajakan banh mi segar dengan berbagai pilihan isi, mulate dari pate, daging ayam, sampai telur dadar.
Selain banh mi, jangan lewatkan cao lau, hidangan mi khas Hoi An yang konon hanya bisa dibuat autentik dengan air dari sumur tua tertentu di kota ini. Kombinasi mi tebal kenyal, potongan daging babi panggang, kerupuk beras, dan sayuran segar ini jadi salah satu wisata kuliner Hoi An yang wajib dicoba.
Info praktis:
- Lokasi: gerobak kaki lima tersebar di seluruh penjuru Kota Tua, terutama di sekitar jalan-jalan utama
- Harga banh mi: sekitar 20.000-30.000 VND per porsi (sekitar Rp 13.000-20.000)
- Harga cao lau: sekitar 30.000-45.000 VND per porsi
- Tips: cek jam operasional tiap gerobak karena banyak yang buka pagi hingga siang saja, sementara beberapa baru ramai di sore-malam hari
5. Nongkrong Malam ala Lokal di Kedai Teh dan Kafe Pinggir Jalan

Selain kawasan wisata utama, sisi lain Hoi An yang tak kalah menarik ada di kedai-kedai teh dan kafe kecil di luar zona pejalan kaki, tempat warga lokal maupun wisatawan duduk santai di kursi plastik sambil menikmati teh oolong, susu kedelai, atau kopi Vietnam. Suasananya jauh lebih santai dan otentik dibanding kafe turis di jantung Kota Tua.
Bangunan-bangunan berwarna kuning cerah dengan lampion tergantung di depan kedai jadi latar yang khas untuk momen nongkrong malam seperti ini, sekaligus jadi cara menyenangkan mengamati kehidupan sehari-hari warga Hoi An.
Info praktis:
- Lokasi: tersebar di jalan-jalan sekitar Kota Tua, biasanya makin ramai menjelang malam
- Jam operasional: kebanyakan buka sore hingga larut malam
- Harga minuman: sekitar 15.000-35.000 VND per gelas
- Tips: pilih kedai yang ramai pengunjung lokal, biasanya jadi indikator rasa yang lebih otentik dan harga lebih ramah kantong
6. Jembatan Jepang (Chùa Cầu)
Chùa Cầu atau Jembatan Jepang adalah ikon paling dikenal dari Hoi An, bahkan gambarnya tercetak di uang kertas 20.000 VND. Jembatan beratap ini dibangun pedagang Jepang pada awal abad ke-17, menghubungkan pemukiman Jepang dan China yang saat itu terpisah oleh sebuah kanal kecil. Bagian tengah jembatan memiliki kuil kecil yang dipercaya melindungi kota dari monster laut mitologi Jepang bernama Namazu.
Setelah sempat direstorasi menyeluruh, jembatan ini kini jadi salah satu spot foto paling ikonik sekaligus rumah bagi cerita rakyat yang masih diceritakan turun-temurun oleh warga setempat.
Info praktis:
- Lokasi: ujung barat Jalan Nguyen Thi Minh Khai, Kota Tua Hoi An
- Jam operasional: 24 jam untuk dilihat dari luar, jam kunjungan ke dalam kuil mengikuti jam operasional Kota Tua
- Tiket masuk: termasuk dalam tiket kawasan Kota Tua Hoi An
- Tips: datang pagi hari untuk foto tanpa terlalu banyak kerumunan
7. Rumah Kuno Tan Ky
Salah satu rumah tertua dan paling terawat di Hoi An adalah Tan Ky Ancient House, dibangun pada 1714 dan sudah dihuni tujuh generasi keluarga Le. Rumah ini jadi bangunan pertama di Hoi An yang diakui sebagai warisan sejarah-budaya nasional Vietnam, dan desainnya mencerminkan gaya rumah panjang khas pedagang Hoi An, dengan material kayu yang dipilih agar tetap sejuk di musim panas dan hangat di musim dingin.
Masuk ke dalam rumah ini terasa seperti melihat langsung kehidupan pedagang kaya di masa kejayaan Hoi An, lengkap dengan ukiran kayu detail dan tata ruang yang masih dipertahankan sesuai aslinya.
Info praktis:
- Lokasi: 101 Nguyen Thai Hoc, Kota Tua Hoi An
- Jam operasional: mengikuti jam operasional Kota Tua, umumnya pagi hingga sore hari
- Tiket masuk: termasuk dalam tiket kawasan Kota Tua Hoi An
- Tips: perhatikan detail ukiran kayu di langit-langit, banyak yang punya makna simbolis terkait keberuntungan dan kemakmuran
8. Pantai An Bang dan Cua Dai
Setelah puas menjelajahi Kota Tua, kamu bisa healing sejenak ke pantai. Pantai An Bang dan Cua Dai berjarak sekitar 15-20 menit bersepeda atau naik motor dari pusat Kota Tua, menawarkan pasir putih dan air laut tenang yang jadi kontras menyegarkan dari suasana kota bersejarah yang padat.
Di sepanjang pantai ini berjejer kafe dan beach club santai, cocok untuk menikmati sunset sambil melepas penat setelah seharian berjalan kaki menyusuri Kota Tua.
Info praktis:
- Lokasi: sekitar 4-5 km timur Kota Tua Hoi An
- Jam operasional: 24 jam
- Tiket masuk: gratis, hanya biaya sewa kursi pantai di beberapa beach club
- Tips: sewa sepeda dari penginapan, banyak homestay di Hoi An yang menyediakan sepeda gratis untuk tamu
Tips Tambahan Sebelum ke Hoi An
- Waktu terbaik berkunjung adalah Februari hingga April saat cuaca kering, cerah, dan tidak terlalu panas.
- Hindari Oktober hingga Desember karena musim hujan dan Hoi An rawan banjir akibat luapan Sungai Thu Bon.
- Siapkan uang tunai VND dalam pecahan kecil, karena banyak gerobak kaki lima dan pedagang lampion belum menerima kartu.
- Kalau ingin pengalaman maksimal, rencanakan menginap minimal satu malam yang bertepatan dengan malam purnama lunar untuk menyaksikan Lantern Festival.
- Hoi An juga terkenal sebagai kota penjahit, banyak toko tailor yang bisa membuat pakaian custom dalam hitungan jam, cocok kalau kamu ingin oleh-oleh unik.
Penutup
Hoi An membuktikan bahwa pesona sebuah kota tidak selalu datang dari gedung tinggi atau atraksi modern, tapi bisa juga dari jalanan tua yang dijaga tetap hidup selama ratusan tahun. Dari suasana becak yang menyusuri Kota Tua, gemerlap lampion di malam purnama, sampai kehangatan kedai teh pinggir jalan, setiap sudut Hoi An punya cerita yang layak dijelajahi pelan-pelan.
Kalau kamu sedang merencanakan perjalanan ke Vietnam, jangan lewatkan kombinasi Da Nang dan Hoi An dalam satu itinerary, karena jaraknya yang berdekatan membuat keduanya saling melengkapi antara sisi modern dan sisi bersejarah Vietnam Tengah.
Semua data harga tiket dan jadwal di atas sudah dicek berdasarkan info terbaru, tapi tarif dan jam operasional di Vietnam cukup sering menyesuaikan kondisi musim dan kebijakan lokal, jadi tetap cek ulang mendekati waktu keberangkatan.

Comment