Hidden Paradise Cottages di Bali Timur

Undangan untuk mengunjungi Amed di Bali Timur dari teman kuliah di IPB (Institut Pertanian Bogor), Made Audi yang mengelola The Hidden Paradise Cottages sangat menggelitik jiwa petualangan yang tertunda selama masa covid.

Sebelum berangkat, searching dulu di google mengenai informasi Amed di Bali Timur serta tempat wisata yang dapat kita kunjungi selama berada di sana.

Saya merencanakan untuk menginap 3 malam 4 hari di Amed dan 1 malam di Kuta sebelum melanjutkan perjalanan ke Perth. Transportasi merupakan isu krusial di Amed, segera saya telepon untuk menyewa mobil dengan supir untuk hari pertama sebesar Rp 500 ribu dan hari kedua dan selanjutnya dengan sistem lepas kunci alias menyetir sendiri dengan harga Rp 270 ribu perhari.

Perjalanan dari bandara Ngurah Rai ke Amed ditempuh selama 2.5 jam sampai 3 jam. Ditengah perjalanan, kami berhenti sejenak di Candidasa dimana banyak terdapat monyet-monyet yang sangat menarik perhatian bagi orang-orang yang melewati jalan pegunungan tersebut. Berfoto ria dengan monyet yang lucu dan pemandangan sekitarnya, kemudian perjalanan dilanjutkan. Hamparan persawahan nan hijau dan menguning menyejukkan mata, mobil yang kami tumpangi menyusuri pinggiran pantai dengan latar belakang Gunung Agung yang megah. Tak terasa 3 jam telah berlalu dan kami tiba di Hidden Paradise Cottages.

standard bungalow
family bunglow

Family Cottage dengan 2 single bed dan 1 master bed serta bathtub dan shower di alam terbuka sangat alami dan desain khas nuansa Bali. Tidak ada televisi di dalam cottage. Restoran terletak di pinggir pantai dan dapat menikmati pemandangan sunrise. Angin laut nan sepoi bertiup melambai dan deburan ombak menambah suasana romantis dan rilek. Amed merupakan surga wisata snorkeling, diving bagi turis eropa yang long stay di Amed. Bagi turis asing maupun lokal dapat menyewa sepeda motor, alat snorkeling dan belajar diving di Euro Dive/Padi di Amed. Banyak terdapat Batu Karang yang indah, Penyu dan berbagai jenis ikan dengan warna warni yang menarik. Kami juga menemukan clown fish dan penyu saat snorkeling dekat pantai depan cottage.

Perahu nelayan yang dikenal dengan jungkung terdapat di sepanjang bibir pantai. Nelayan melaut subuh hari dan kembali ke darat sekitar jam 9 pagi dengan tangkapan ikan-ikan laut yang segar. Untuk melaut ke spot-spot snorkeling ataupun mancing ala nelayan dapat menyewa langsung jungkung dengan nelayan setempat dengan harga tawar menawar. 

Tempat wisata terdekat dengan Amed yang dapat dikunjungi yaitu Taman Tirta Gangga, Taman Ujung (Taman Soekana), Pura Lempuyang yang terletak di kaki Gunung Agung dan sangat indah dengan menikmati sunset di sekitar Pura Lempuyang.

Rasa lapar dapat dipuaskan dengan berbagai macam makanan, ada restoran lokal yang lebih dikenal dengan warung masakan Bali maupun restoran masakan Barat. Semua restoran menyajikan makanan yang memanjakan lidah dengan harga terjangkau dan murah dibandingkan Jakarta.

Tidak heran, mengapa Amed disebut sebagai Hidden Paradise di Bali Timur karena lebih dikenal dan dikunjungi wisata asing, tidak ada hiruk pikuk dan suasananya masih alami dan sangat jarang dikunjungi turis domestik. Wisata lautnya sangat menakjubkan dan masih alami dan sungguh indah dengan ciri khas hamparan pasir hitam merupakan surga tersembunyi di ujung Bali Timur.

Amed meninggalkan kesan yang dalam bagi kami untuk kembali lagi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Skip to toolbar