Mieso (Mie Sop) Bakso 3R, Kuliner enak dan Wajib di Kota Pematang Siantar
Sebagai kota terbesar kedua di provinsi Sumatera Utara, Kota Pematang Siantar (P. Siantar) terkenal dengan variasi kulinernya, baik yang berat maupun yang ringan. Khusus untuk jenis mie saja sudah banyak jenis dan variasinya. Sobat Klayapan pasti pasti tahu mie pangsit Siantar, yang ada di hampir seluruh kota besar yang jauh dari kota P. Siantar. Sampai ke Bali juga ada, pernah saya merasakannya langsung di Kota Padang, walaupun tidak terlalu sama dengan kota asalnya. Tapi sebutan “Mie Pangsit Siantar” menjadi tema jualan mie pangsit yang cukup menjanjikan bagi yang pengen jualan jenis makanan yang sama. Beberapa mie Pangsit terkenal di Medan yang berasal dari Kota P. Siantar, seperti mie pangsit Akun, mie pangsit Awai dan YY Mie Pangsit.


Kota P. Siantar juga terkenal dengan kuliner lokalnya, salah satu adalah mieso atau miesop atau bakso sebutan namanya juga bervariasi. Macam-macam sebutannya, tapi isinya hampir samasemua. Disela-sela liburan saya di kota P. Siantar (Pematang Siantar/Siantar) selalu di kawasan jalan Adam Malik yang terkenal dengan beberapa kuliner mie sop / mieso-nya. Salah satu sering saya singgahi adalah misop Lestari, tapi karena tutup di tanggal 25 Desember (liburan umum hari Natal) saya singgah kesebelahnya (berjarak beberapa rumah). Nama gerainya mie sop/ mieso Bakso 3R. Lupa nanya apa kepanjangan 3R itu. Sempat ketemu dengan Ibu Nurbaiti, sang pendiri dan pemiliknya dan tentu ada sesi bincang-bincang sejenak.
Apa keistimewaan Mieso Bakso 3R?
Menurut ibu Nurbaiti, ciri khas Mieso 3R adalah bumbu rendangnya… luar biasa enaknya. Menu yang disajikan selain Mie sop (Mieso). Ada sate kerang, sate jengkol, sate telur puyuh, ini semua berbalut bumbu rendang yang enak itu. Para pelanggan juga boleh minta tambahan bumbu ini untuk ditabur di sajian miesonya. Satu lagi ada menu perkedel disajikan diatas meja, makanan khas nusantara yang sudah terdapat dimana-mana.


Menurut persepsi umum, miesop / mieso itu kombinasinya daging ayam yang disuir-suir, tanpa bakso. Tapi sehari-harinya sajian mie sop / mieso sudah dilengkapi dengan baksonya. Namanya juga makanan lokal (street food) , disesuaikan dengan selera lokal dan pelanggannya. Tapi jangan anggap ini makanan ringan loh… kenyang juga jadinya. Apalagi sajian lainnya di icip-icip…. pasti kenyanglah.


Ketika berbincang dengan Ibu Nurbaiti, sang pemilik ternyata mie sop Lestari yang terkenal itu punya ibunya. Dan ternyata mereka sudah jualan selama 40 tahun. Dengan pengalaman panjang itulah Ibu Nurbaiti merasa perlu mandiri untuk membuka usaha yang sama. Ketika ditanya apakah ada saling berebut pelanggan dengan sang ibu, katanya tidak, tapi saling mengisi. Misalnya di tanggal 25 Desember hari ini, Miesop Lestari tutup, sehingga pelanggan Lestari tidak harus kecewa, bisa pindah ke sebelahnya. Dan tentu saja rasa dan sajiannya hampir mirip.


Semoga liputan ini dapat membantu sobat Klayapan mencari kuliner di kota P. Siantar.
Mieso Bakso 3 R
Jl. H. Adam Malik (Timbang Galung)
P. Siantar