Menikmati Keramaian Street Food Festival di Hatyai, Thailand

Lama sudah tidak pernah ke Hatyai. Salah satu kota di Thailand Selatan yang sangat dikenal masyarakat Sumatera Utara dan Malaysia tentunya. Kota yang terdekat dengan perbatasan Malaysia yang ramai dikunjungi pada hari – hari libur atau saat weekend.

Perjalanan dari Penang sekita 4 jam. Lamanya ketika melintas batas. Harus cap passport keluar dari Malaysia dan masuk lagi ke Thailand. Begitu juga sebaliknya ketika kita pulang. Antrian akan sangat panjang ketika dimusim liburan. Suasana horor ketika kita harus melewati imigrasi Thailand. Mau lancar, harus ada RM 2 (Rp. 6.000) sebagai pelicin. Bila tidak ada, anda akan jadi masalah. Berdebat antara ayam dan kucing. Dia tidak bisa berbahasa Inggris. Teringat dikampung awak  jaman dulu. Gaya petugas imigrasinya  kampungan sekali.

Keramaian di kota Hatyai hanya terjadi dilokasi tertentu. Seperti sekitar hotel Lee Garden atau Hotel Diamond. Diluar itu kita hanya akan menemui kegiatan penduduk lokal. Wisatawan ramai di area tertentu saja. Makanya kadang orang berfikir, tidak ada apa-apa di Hatyai .. kok orang mau datang. Mungkin akomodasi, makan-makan dan belanjanya masih tergolong murah.

Ketika kami tiba disana, dalam suasana long weekend, beruntung ada festival dijalanan yang dekat hotel Lee Garden, hotel yang menjadi pilihan kami hanya untuk satu malam. Food festival yang mereka sebut dengan “Hatyai Walking Street” (seperti rada aneh bahasanya kalau dibaca) digelar dijalanan dan tertata dengan rapi. Sehingga para wisatawan tidak sulit untuk melihat ataupun membeli makanannya. Aneka makanan, minuman lokal maupun internasional ada disana. Ada yang sama atau mirip dengan makanan Indonesia.

Hasrat untuk membeli timbul, apalagi perut sedang lapar. Semua yang dilihat, pengen dibeli. Nafsu besar……pasti makannya tak sanggup. Cara penyajian dan tampilan makanannya sangat menjanjikan. Memang tidak salah orang menyebut Hatyai sebagai tempat kuliner yang sangat istimewa. Variasi makanannya cocok untuk orang-orang Malaysia maupun Indonesia.

Makanan yang dijual tidak ada tempat untuk makan dilokasi, tapi harus bawa pulang. Mau makan dijalan atau dibawa ke hotel terserah.

1 Comment
  1. liliana tse says

    Kuliner disini enak” ya. Pengen mampir.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Free Email Updates
Get the latest content first.
We respect your privacy.