Wisata Pasar di Pasar Gede Hardjonegoro, Solo
Wisata Pasar di Pasar Gede Hardjonegoro, Solo – Mungkin tidak banyak orang yang suka akan wisata pasar, terutama di kalangan anak muda. Buat saya sendiri awalnya juga rada aneh, tapi setelah terbiasa, sudah bisa bertanya tentang pasar, ketika tiba dilokasi atau daerah yang dikunjungi. Banyak cerita kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Dari apa yang dijual kita bisa mempelajari apa kebiasaan dari konsumsi masyarakat setempat.


Di Kota Solo, sama seperti kota-kota lainnya di Indonesia, ada banyak pasar tradisional yang melayani kebutuhan maasyarakat. Salah satu yang besar, bersih dan berada di pusat kota adalah pasar Gede atau pasar Gede Hardjonegoro. Nama Hardjonegoro diambil dari nama seorang keturunan Tionghoa yang mendapat gelar KRT Hardjonegoro dari Keraton Surakarta. Pasar Gede Hardjonegoro memang terletak dikawasan Pecinan kota Solo. Disekitar pasar masih ada klenteng yang tetap terawat dan sudah ada sejak jaman dulu.

Sambil jalan kita bisa berbelanja oleh-oleh jajanan Solo dan Jawa. Sekalian juga mencicipi langsung kuliner masakan yang dijual. Termasuk ada minuman seperti es dawet, dan lain-lain. Aneka jenis makanan lokal ada disitu. Saya juga ikut belanja oleh – oleh jajanan lokal, khususnya jenis kerupuk yang lebih disukai kebanyakan orang.


Nama Gede diberikan karena arsitektur pasar menyerupai benteng dengan pintu masuk utama berbentuk singgasana berukuran besar dan atap yang lebar. Bangunan dirancang oleh arsitektur Belanda Thomas Karsten, dibangun pada tahun 1927. Pasar ini pun menjadi pasar tertua di Solo. Pasar ini sejak dulu telah menjadi pusat perdagangan masyarakat setempat, Tionghoa dan Belanda.

Pasar yang saat ini menjadi pilihan tempat wisata, pernah terbakar di tahun 2000. Pemugaran dan perbaikannya menjadi pasar tradisional termegah di Solo. Sedangkan arsitekturnya tetap dipertahankan.
Aneka produk lokal ada dijual disana. Terutama yang menyangkut kebutuhan pokok. Seperti sayuran, aneka bumbu, daging, jajanan, aneka kerupuk, aneka masakan, rempah-rempah, kebutuhan masyarakat adat Jawa,dan lain-lain.
