Home / Indonesia / Malam Imlek 2017 Di Vihara Setia Budi Medan

Malam Imlek 2017 Di Vihara Setia Budi Medan

Malam Imlek 2017 Di Vihara Setia Budi Medan –  Hari raya Imlek merupakan perayaan pergantian kalender lunar yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa diberbagai belahan dunia, khususnya di kawasan Asia. Hampir seluruh masyarakat yang merayakannnya pulang kekampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga, terutama makan bersama pada malam Imleknya. Pada hari-hari tersebut lah digunakan untuk menjalin tali silahtrahmi antara keluarga yang sudah saling berpisah daerah. Namun tradisi ini diberbagai kota besar sudah mulai memudar dengan gaya hidup yang juga sudah berubah.

Tahun 2017 ini, tahun Imlek 2568, untuk pertama kalinya saya berada di Medan pada saat malam Imlek. Setelah berdiskusi dengan teman-teman fotografer, kami memilih vihara Setia Budi Medan (Kwan Tek Kong / Kwan Te Bio) sebagai sasaran liputan kegiatan Imlek tahun ini. Selain merupakan salah satu kelenteng terbesar dan tertua di Medan, konon kabarnya disini bakal lebih ramai umat yang sembahyang. Untuk kepentingan fotografi, kami memang mencari vihara / kelenteng yang ramai agar lebih terlihat suasananya.

Wisata Alam Lombok Selain Rinjani

Vihara ini terletak di pusat kota di Jl. Irian Barat no. 26, dekat dengan stasiun kereta api, lapangan merdeka, rumah sakit Murni Teguh, Centre Point Mall dan Titi Gantung. Pada masa orde baru vihara disebut kelenteng Tri Dharma, terdiri dari 3 kepercayaan yaitu Buddha, Tao dan Khong Hu Cu. Kadang orang Tionghoa sendiri tidak dapat membedakan kepercayaan tersebut, sehingga semua itu dianggap sebagai agama Buddha.

Menurut sejarah, vihara ini dibangun oleh Tjong A Fie, seorang Tionghoa peranakan yang sangat terkenal di jaman dahulu , jaman penjajahan Belanda di tanah Melayu. Orang yang termasuk ikut mendirikan Mesjid Raya di Medan.

Tiba dilokasi sekitar pukul 22.00 wib malam tanggal 27 januari 2017 menjelang hari raya Imlek, terlihat sudah sangat ramai dari kunjungan masyarakat Medan yang ingin melakukan ibadah Imlek. Vihara ini telah melakukan banyak perbaikan dan penambahan lahan, sehingga tempat parkir didalamnya lebih nyaman dan sangat luas. Yang paling penting bisa terhindar dari preman dan sejenisnya yang biasa menguasai lahan parkir. Keamanan kendaraan juga sangat terjamin dengan banyaknya petugas keamanan internal vihara yang ada didalam lokasi.

Itinerary Sumatera 10 Hari

Ruangan sembahyang penuh dengan asap dari pembakaran hio / dupa. Kadang mata terasa pedih menahan asap yang beredar dalam ruangan. Banyaknya dewa yang akan disembah juga menambah kesibukan umat untuk berjalan dan mengitari setiap sudut ruangan. Masyarakat tampak bersuka cita dengan mengenakan baju serba merah dan ada yang mengenakan baju baru sebagai pertanda Imlek sudah akan tiba. Warna merah bagi kalangan Tionghoa merupakan warna sukacita, kebahagiaan dan kegembiraan.

Ketika Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Rycko Amelza Dahniel dan rombongan menginggalkan vihara selesai bertatap muka dengan warga masyarakat dan sekaligus melakukan inspeksi, kami pun mulai keluar dan pergi menuju Vihara Gunung Timur untuk meliput suasana Imlek disana.

Wisata Pontianak Kalimantan Barat: Panduan Lengkap untuk Pelancong

Akhir kata kepada seluruh pembaca yang merayakannya, kami ucapkan “GONG XI FA CHAI” … semua tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya dan membawa kemakmuran kepada Negara dan bangsa kita.

Related Posts

Comments

  1. Ferric says:

    Rame juga disini

  2. Charles says:

    Kapolda nya rajin juga ya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *