Maeklong Market – Celoteh wisata atau kata-kata orang tua atau… ahhh siapa pun dia pasti bilang, apapun bisa di jual di Thailand untuk wisata.

Berdesak-desakan di atas rel kereta api

Aneka seafood ada di pasar
Benarkah itu ?
Kalau vihara, tempat sejarah, makanan, buah-buahan, itu mah uda biasa. Sungai di Kanchanaburi dijadikan tempat wisata alam dan dibangun hotel di sepanjang sungai, walaupun hanya sekedar sungai. Banyak tempat wisata sedikit nyeleneh seperti Sungai Kanchanaburi dan pasar terapung di Damoen Saduak, yang sangat ramai dikunjungi. Jangan dikata lagi kayak Grand Royal Palace dan pagoda (Wat) yang ada di sekitar daerah tersebut sudah kerumunin ribuan wisatawan macanegara. Saat ini saya mau cerita sedikit tentang pasar yang berada di atas rel kereta api. Aneh bin ajaib, pasar ini sudah ada sejak tahun 1904 atau kira-kira sudah ada 100 tahun yang lalu. Tentu saja, kereta apinya masih aktif dilengkapi dengan stasiun kereta apinya di tengah-tengah pasar. Yang datang membanjiri pasar mayoritas turis mancanegara, yang hanya mau melihat momen kereta api lewat dan bagaimana para pedagang menyingkirkan barangnya. Di Internet sudah beredar banyak foto-foto maupun video tentang pasar ini dan sudah menjadi salah satu tujuan wisata di Thailand.

Sinyal kereta api datang dan pedagang pun bersiap-siap mengangkat tendanya
Maeklong market atau sering disebut Maeklong railway market atau pasar diatas rel kereta api Maeklong, terletak di provinsi Samut Songkram, dengan jarak tempuh sekitar 1.5 jam perjalanan darat dari kota Bangkok. Kereta api tersebut melayani rute dari Maeklong ke Ban Laem , 8 kali lintasan dan ada 15 stasiun kereta api yag akan dilaluinya.

Persiapan hampir selesai

Kereta api muncul diantara desakan manusia dan barang dagangan

Ketika kereta api mendekat dan sangat besar wujudnya
Kebetulan perjalanan kali ini kami ditemani oleh sahabat fotografi kami asal Thailand yang sangat baik, Chakkrit Khruewan dengan menggunakan mobilnya kami menuju Maeklong Market dari Bangkok. Dan disana sudah ditunggu oleh 2 teman kami, Katalewan Intarachote dan Nongnuck Mahakayanant untuk jalan-jalan selama 2 hari di sekitar daerah Maeklong. Karena setelah ini kami akan menuju ke Amphawa Floating Market. Karena salah satu dari teman kami bertempat tinggal dan juga melakukan kegiatan usaha di pasar Maeklong ini, maka perjalanan hunting kami akan dimulai dai Maeklong. Pasar Maeklong ini hampir sama dengan kebayakan pasar di Indonesia, ada yang berbentuk toko dan ada juga yang berada di pinggir jalan jualannya. Berbagai jenis barang dagangan ada disana, baik makanan maupun non-makanan. Kalau hanya sekedar pasar biasa, mungkin tidak menarik minat turis mancanegara, akan tetapi yang menarik dari pasar Maeklong ini adalah orang-orang yang berjualan persis di pinggiran rel dan ada tenda di atasnya yang menjadi payung dari lokasi usahanya agar terhindar dari hujan dan cahaya matahari langsung. Tapi ya, secara otomatis, tentu menghalangi jalannya kereta api apabila akan melintas.

Ketika kereta api telah pergi dan semuanya dikembalikan seperti semula

Stasiun kereta api Mae Klong
Disinilah letak daya tariknya Pasar Maeklong, semua turis datang selih berganti, penuh sesak disepanjang rel, hanya untuk menanti, melihat dan mengabadikan apa yang akan terjadi ketika kereta api itu lewat. Kami ikut meramaikan suasana, bahkan menunggu kereta api lewat sampai 2 kali. Sekitar 6 tahun yang lalu, saya sudah pernah mengunjungi tempat ini, untuk hunting foto juga bersama teman-teman dari Toba Photographer Club. Namun saat itu hanya menunggu di jalan besar tempat kereta api akan lewat dan berdesak-desakan dengan kerumunan orang, akibatnya tidak dapat foto yang bagus. Kali ini, saya dibawa orang lokal masuk ke dalam dan melintasi sepanjang rel yang akan dilalui. Bisa sambilan motret pedagang disekitarnya dan juga wisatawan yang masuk kedalam.

Berfoto ria didepan kereta api yang sedang berhenti di stasiun
Saat kereta api datang, pengeras suara dan tanda-tanda kereta api akan segera melintas berbunyi. Para pedagang dengan cekatan menarik tenda mereka, yang sudah dibuat sedemikian rupa. Semua tenda di tarik kesamping dan secara otomatis diatas rel menjadi kosong dan sangat terang , karena sudah tembus cahaya matahari. Kereta api kemudian datang dan pelan-pelan lewat. Semua turis mengambil posisi di samping, posisi di samping pedagang, ada yg berhimpitan tentunya. Kadang pedagang berteriak ke turis yang posisi berdirinya berbahaya dan mereka diminta supaya agak masuk kedalam. Semua melengkapi diri dengan kamera masa kini yaitu kamera handphone dan video. Semua sibuk mengabadikan momen yang singkat tersebut hanya untuk sebuah kereta api yang mau lewat. Kadang kalau dipikir-pikir, sungguh keterlaluan semua hanya sibuk mendokumentasikan kereta api yang mau lewat padahal di negaranya semua punya kereta api, tapi tidak pernah di abadikan dan ditungguin seperti ini. Sungguh luar biasa ..

Selfie dulu ah…
Setelah kereta api lewat, pedagang kembali menggelar tendanya dan juga barang-barangnya. Para turis pun berjalan diatas rel kereta api untuk pergi dan gantian turis lainnya masuk lagi. Ada yang sambil jalan, sambil belanja jajanan. Makanan laut yang segar-segar banyak dijual disana, karena pasar disana salah satu pasar besar penjual hasil laut (seafood).
Ketika kereta api telah berlalu juga, kami jalan melintasi rel sampai ke stasiunnya dan melihat kereta apinya sedang berhenti di stasiun menunggu penumpang. Tidak puas-puasnya para turis berfoto dan berselfie ria di depan kepala kereta api. Mungkin di negaranya masing-masing mereka tidak akan berfoto seperti itu di depan kereta api.

Comment