Home / Indonesia / Karnaval Sigale Gale (2015)

Karnaval Sigale Gale (2015)

ritual sebelum carnaval dimulai

Karnaval Sigale Gale – Konon kabarnya ini lah kali pertama Sigale Gale dibuat dalam bentuk karnaval budaya yang lebih komplit. Upaya yang dilakukan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Samosir dalam mempromosikan kegiatan ini kelihatannya sudah cukup maksimal , mungkin juga dengan dana yang cukup terbatas. Acara karnaval yang dilaksanakan pada tanggal 18 juli ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, di hari kedua dan merupakan puncak kunjungan wisata Samosir, terutama di kawasan jalan lingkar Tuk Tuk Siadong, dalam rangka libur panjang.

seremonial pembukaan acara oleh Kadis Parsenibud Kab. Samosir

Semua hotel penuh sesak , tapi bukan karena adanya karnaval ini. Terlihat spanduk sudah dipasang dibanyak lokasi bila kita mulai memasuki jalan lingkar Tuk Tuk. Bahkan selebaran dan itenery acara juga ada dibagikan kepada wisatawan yang masuk ke jalan lingkar tersebut. Demikian juga promosi acara melalui media sosial yang telah kami terima sebelumnya. Sayangnya pada saat pelaksanaan, hujan lebat mengguyur Samosir di sepanjang acara karnaval. Namun hujan lebat juga tidak mempengaruhi teman-teman fotografer untuk meliput acara kegiatan yang cukup langka ini. Para pelaksana acara juga terlihat sangat antusias dalam melaksanakan perannnya. Karnaval dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Samosir, Drs. Ombang Siboro, M.Si.

pemusik sangat antusias memainkan alat musiknya

Sesuai dengan iklannya, kegiatan parade keunikan budaya Batak yang dikemas dalam bentuk Sigale gale on the road, berbagai pesona budaya Batak dalam bentuk tarian, nyanyian dan musik tradisional. Sedikit disayangkan bahwa tidak begitu besar antusias wisatawan untuk menikmatinya, atau mungkin di pengaruhi hujan atau faktor lainnya. Di sisi lain, infrastuktur Samosir, seperti jalan lingkar Tuk Tuk yang tidak pernah mulus, serta transportasi danau untuk penyeberangan ferry kendaraan menjadi penghalang bagi wisatawan untuk berkunjung ke Samosir.

atraksi ketika melewati daerah wisatawan

Teman kami di media sosial, Dina M. Sirait yang datang dari Lampung, khusus untuk menyaksikan acara ini, sangat kecewa berat. Jauh-jauh datang dari Lampung, menghadapi antrian panjang yang tak kunjung selesai di penyeberangan Aji Bata. Kemudian harus mengeluh dengan tidak sopannya dan prilaku petugas parkir, selain menggebuk pintu mobil dan juga berteriak-teriak kasar.

tetap semangat walaupun harus melalui perjalanan panjang

Bagi orang lokal mungkin itu dianggap masalah biasa, tapi tidak untuk orang luar. Penulis sendiri harus datang melalui jalan darat Simarjarunjung, Merek, Tele baru masuk Pangururan. Cukup jauh memang, harus seharian dijalanan. Namun semua itu terobati dengan menyaksikan acara ini. Semoga karnaval Sigale gale dapat menjadi agenda tetap kalender pariwisata Samosir.

Itinerary Sumatera 10 Hari

[vc_row][vc_column]

[vc_widget_sidebar sidebar_id=”sidebar-10″]

[/vc_column][/vc_row]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *