Solusi untuk Bisnis & Kehidupan

Oleh : DARMIN,SE.MBA.CIMBA

Perubahan yang semakin cepat dan tingkat persaingan yang semakin sengit telah menggoncangkan perusahaan yang mapan, pangsa pasar telah terganggu dan tergerus oleh munculnya kompetitor dari segmen yang berbeda dengan memberikan pelayanan yang lebih baik dan harga yang lebih murah.

Baca juga...

Pemikiran konvensional atas keunggulan bersaing karena memiliki modal yang lebih besar  sarana produksi maupun kapasitas yang lebih besar dan SDM yang berpengalaman, brand yang dibangun puluhan  tahun, dengan era pertumbuhan ITC ( Informasi. Teknologi dan Communication) yang semakin cepat dan tingkat pemakai smartphone yang semakin besar,  aplikasi teknologi yang semakin mudah dan interaktif serta konsep sinergi yang semakin baik dengan konsep sharing economy (ekonomi berbagi) atas idle capacity, maka keterbatasan modal bisa diatasi dan bukan lagi hambatan dalam memasuki bisnis, dalam kejadian baru ini yang menghebohkan perusahaan taksi yg memiliki 35.000 armada didukung brand yang baik dan SDM terlatih merasa terancam dengan  munculnya teknologi aplikasi order taksi yang tidak memiliki armada taksi sendiri.

Dalam menghadapi kondisi perubahan yang cepat, konsep berbisnis dan saingan juga berubah petanya secara cepat. Maka diperlukan cara berpikir dan praktek bisnis yang lebih baik. Saya membagikan pemikiran SIKLUS 5A dalam menghadapi persaingan bisnis maupun menjalankan kehidupan yaitu ;

1.  A = AWARE ( Sadar)

Dalam kehidupan maupun berbisnis kita perlu sadar keberhasilan masa lalu bukan jaminan keberhasilan masa depan. Peta bisnis saingan terus berubah semakin cepat. Kesadaran demikian akan mendorong kita terus meningkatkan inovasi dan terobosan dalam berbisnis maupun menjalankan kehidupan

2.  A = ACCEPTANCE (Menerima)

Dalam segala aspek kehidupan yang abadi adalah perubahan. Kita siap menang dan siap kalah. Dengan demikian kita tidak akan  menyalahkan pihak lain yang lebih unggul. Serta mengandalkan emosi maupun kekerasan saat kita kalah.

3.  A = ADJUST (Menyesuaikan)

Kita dapat menerima kekalahan menunjukkan kebesaran jiwa, akan tetapi bukan berarti pasrah. Sebaliknya kita melakukan penyesuaian yang diperlukan guna meraih yang lebih baik, baik penyesuaian operasional yang lebih efisien dan efektif, penyesuaian rencana dan eksekusi bisnis yang lebih baik dan maju.

4.  A = ACTION

Perencanaan  yang hebat perlu ditindak lanjuti dengan aksi atau eksekusi rencana. Tentunya dalam eksekusi tersebut kita bisa evaluasi realisasi rencana sebagai umpan balik untuk perbaikan selanjutnya demi kemajuan yang berkelanjutan.

5.  A = ACCOMPLISHMENT(Pencapaian)

atau hasil semua pelaku bisnis dan manusia ingin yang terbaik. Akan tetapi untuk mencapai terbaik ada harga yang harus dibayar. Pepatah Chinese mengatakan ; Bisa menghadapi kesulitan atau tantangan terberat baru memiliki kesempatan menjadi terbaik. Apakah kita siap dengan konsekwensi kerja keras, kerja cerdas dan tekun dalam berkarya yang tidak mengenal lelah untuk fokus pada tujuan ?  Kita semuanya memiliki pilihan bebas dalam menentukan sikap, yang harus sadar dan dewasa dalam menerima konsekwensinya dengan tidak menyalahkan pihak lain yang lebih unggul apabila kita kalah bersaing.

Apapun hasil atau A5 ( ACCOMPLISHMENT) yang dicapai, kita perlu  balik lagi ke siklus semula untuk mengulangi siklus 5A tersebut yang tidak pernah berhenti untuk mengejar kemajuan. Kalau Kita semuanya memiliki tekad demikian, maka keberhasilan untuk menjadi terbaik hanya masalah waktu saja.  Semoga sharing ini bermanfaat.

Penulis adalah Penasehat Investasi Berlisensi OJK & Pemegang Rekor MURI.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Skip to toolbar