Malam di Hungry Ghost Festival Vihara Gunung Timur 2017
Tjit Gwee Phua (tanggal 15 bulan tujuh penaggalan kalender lunar) merupakan hari atau bulan dimana masyarakat yang mempercayainya, merupakan hari atau bulan yang kurang baik. Terutama untuk acara pernikahan, peresmian usaha, dan lain –lain yang bersifat membawa kegembiaraan (suka cita). Karena di bulan tujuh penanggalan lunar, hantu – hantu sedang gentayangan di alam bebas. Sehingga kegiatan kita bisa terganggu. Untuk itu perlu diadakan ritual atau persembahan, agar arwah leluhur dapat dengan nyaman berada di dunianya.

Tahun ini Tjit Gwee Phua jatuh di tanggal 5 September 2017 di penanggalan Masehi. Dan juga dihari kerja, tidak seperti tahun lalu jatuh di tanggal 17 Agustus dan hari libur. Jadi tahun ini saya berhalangan untuk meliput kegiatan sembahyang di siang hari. Tiba di vihara Gunung Timur yang terletak di Jl. Hang Tuah Medan sudah menjelang pukul 23.00 WIB tengah malam. Karena menurut informasi yang saya dapatkan jam segitu baru ada kegiatan ibadah. Namun setibanya di lokasi, sudah banyak kegiatan ibadah yang terlewati. Hanya sisa terakhir pembakaran replika kebutuhan manusia yang dalam jumlah banyak yang dilakukan.

Panitia sibuk memindahkan replika rumah, apartemen, mobil, pembantu rumah tangga, dan lain – lain yang terbuat dari kertas kelapangan terbuka depan vihara. Menurut warga yang hadir, tahun ini lebih banyak dari tahun lalu umat yang memberikan persembahan. Jadinya yang mau dibakar cukup banyak memadati lapangan vihara. Proses perpindahan dan penyusunan berlangsung sampai pukul 24.00 lewat.

Tidak lama kemudian, ritual sembahyang yang pun dilakukan di dalam vihara dan ada patung dewa kertas yang dibawa keluar di lapangan untuk dikumpulkan disatu tempat. Kemudian para pelaksanaan kegitan berkeliling sambil membaca doa. Setelah itu secara resmi api mulai dinyalakan.
