Home / Indonesia / Jalan Kaki Mengitari Candi Gedongsongo Jawa Tengah

Jalan Kaki Mengitari Candi Gedongsongo Jawa Tengah

Ketika kita membahas tentang candi, dalam benak kita pasti akan menyebut candi Borobudur dan Candi Prambanan atau Candi Sewu. Kedua candi tersebut sudahlah terkenal seantero jagat di bumi ini. Apalagi candi Prambanan yang sering disebut pula dengan Candi Sewu (seribu). Pemandangan deretan batuan candi dengan jumlah yang sangat fantastis akan membuat kita tercengang. Meskipun sebanarnya tidak sampai seribu, tapi sudah cukup menggambarkan betapa banyaknya candi-candi yang maha luar biasa ada di sana. Selain itu, sebenarnya kita juga masih memiliki lokasi potensi wisata lain yang tidak kalah dengan candi-candi tersebut dan wajib kita kunjungi, salah satunya candi Gedongsongo. Mendengar dari namanya, so pasti kita sudah dapat menebak berapa jumlahnya yang ada di sana. Ya tepat sekali, yakni ada songo atau sembilan. Sedangkan deretan berjejer bangunan-bangunan dari batuan yang tersusun rapi berupa candi sering disebut dengan gedong. Dengan demikian kita dapat mengetahui di sana pasti ada candi atau gedong berjumlah sembilan.

Saat ini, Candi Gedongsongo menjadi salah satu aset wisata yang sangat ramai dikunjungi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Candi ini berlokasi di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Badungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Hal unik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang rela jauh-jauh untuk datang ke Candi Gedongsongo diantaranya karena terpesona akan keindahan alam lingkungan sekitar dan ciri khasnya ada 9 bangunan candi seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Bagi para wisatawan yang suka dengan keindahan alam, datang ke kompleks wisata candi Gedongsongo adalah pilihan yang sangat tepat. Hal ini dikarenakan Candi Gedongsongo berada di atas lereng Gunung Ungaran bagian selatan. Tepatnya berada di sekitar ketinggian 1.200-an meter di atas permuaan air laut. Lumayan tinggi sekali ya. Karena berada di lokasi tersebut, maka tak ayal jika di kawasan kompleks wisata candi Gedongsongo udaranya sejuk dan cukup dingin. Tercatat rata-rata suhu udaranya sekitar 19-27°C. Untuk menghindari cuaca ekstrem dan ketidakmampuan tubuh terhadap suhu udara dingin, dianjurkan para wisatawan untuk menggunakan jaket atau lainnya. Meskipun dingin dengan suasana sejuk, setidaknya kita dapat menikmati banyak hal di sana. Diantaranya akan menjadi pengalaman berharga adalah kita dapat terbebas dari suasana macet jalan raya yang penuh dengan hirup pikuk berbagai ragam permasalahan dan yang paling menjengkelkan adalah polusi udara. Di candi Gedongsongo kita dapat mereleksasikan tubuh kita dari itu semua.

Sekilas Tentang Candi Gedongsongo

Wisata Alam Lombok Selain Rinjani

Candi Gedongsongo merupakan salah satu candi peninggalan budaya Hindu yang pernah jaya di Nusantara. Candi ini di bangun pada masa zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 atau tahun 927 masehi). Candi Gedongsongo mendapat perhatian lagi sejak kembali ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1804. Namun dalam catatan sejarah, penemuan ini telah di mulai sejak tahun 1740.

Di masa awal penemuannya, Candi Gedongsongo baru ditemukan sebanyak 7 buah candi saja, sehingga disebut dengan Candi Pitu. Pitu dalam bahasa jawa berarti tujuh (7). Di Masa penjajahan Kolonial Belanda di Nusantara, ada salah satu arkeolog berkebangsaan belanda yang bernama Van Stein Callenfels melakukan penelitian di Komples Candi Pitu pada tahun 1908-1911. Hasil penelitiannya tersebut, Van Stein Callenfels menemukan 2 buah bangunan candi lagi di sekitar kompleks tersebut. Alhasil, bangunan candi yang ada berjumlah sebanyak 9. Dengan demikian, Candi Pitu diubah namanya menjadi Candi Gedongsongo.

Setelah masa penemuan ke sembilan candi tersebut, di tahun 1928-1929 dilakukan proses pemugaran oleh pemerintah kolonial Belanda. Selang jarak 48 tahun berikutnya, yakni pada tahun 1977-1983 dilakukan kembali pemugaran kedua kalinya. Namun, kali ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia setelah mengalami kemerdekaan.

Candi Gedongsongo berada di atas perbukitan lereng pegunungan Ungaran. Candi ini juga merupakan perpaduan dua religi yang bersifat lokal dan global. Sebagai peninggalan bangunan bersejarah umat Hindu, candi Gedongsongo dipercaya di bangun di atas gunung yang dianggap sebagai tempat persembahan terhadap roh nenek moyang (animisme). Kepercayaan ini merupakan tradisi masyarakat lokal pra hindu juga. Sedangkan gunung, juga merupakan tempat tinggi dewa-dewa menurut tradisi hindu yang saat itu sedang berkembang secara global mempengaruhi hampir seluruh dunia. Tradisi lokal biasanya terkurangi perannya oleh tradisi global, ternyata keduanya mampu berdiri setara di Gedungsongo.

Itinerary Sumatera 10 Hari

Di kompleks Candi Gedongsongo, kaki candi dapat dikenal melalui profilnya yang terdiri dari sisi genta dan pelipit lurus. Pada bagian luar tubuh candi terdapat relung-relung yang dahulu berisi arca Parswadewata. Namun saat ini, di dalam candi sebagian besar dalam kondisi kosong, demikian pula bilik candi yang dahulu berisi lingga-yoni dan relung di dalam bilik. Relung bagian luar tubuh di hiasi dengan motif flora dan kadang ada hiasan berupa kala.

Pengalaman Berjalan kaki mengitari Candi

Bila anda yang tidak kuat berjalan kaki, ada baiknya memilih kuda sebagai alat transportasi yang ditawarkan disekitar lokasi. Mendaki dan melewati 9 bangunan candi bukanlah hal yang gampang buat yang nafasnya pas-pas an, termasuk saya. Karena tidak terbayangkan berapa jauh, kami memutuskan untuk tidak naik kuda. Disisi lain kami memang harus berhenti disetiap candi untuk melakukan pemotretan. Selain panas terik nya matahari, perjalanan relatif cukup panjang. Apalagi ketika berada di lokasi, hari sudah menjelang ssiang dan matahari sangat terik. Namun perjalanan tetap kami kami selesaikan dengan bersusah payah.

Wisata Pontianak Kalimantan Barat: Panduan Lengkap untuk Pelancong

Jarak Tempuh Menuju Kompleks Candi Gedongsongo

Jika anda sudah yakin ingin sekali mengunjungi tempat wisata kompleks Candi Gedongsongo. Maka saatnya anda mengetahui lokasinya. Candi Songo berada di desa Candi, Kecamatan Bbandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Tepat di lereng Gunung Ungaran. Untuk menempuh perjalanan menuju ke sana anda memerlukan perjalanan selama kurang lebih 40 menit dari Kota Ambarawa. Jarak antara lokasi Candi Gedongsongo dengan kota-kota lainnya diantaranya Gedongsongo dan Ungaran sekitar 25 km; jarak Candi Gedongsongo dengan Ambarawa sekitar 15 km; dan Jarak Candi Gedongsongo dengan kota Semaang sekitar 45 km. Sedangkan jarak anda jika sudah sampai di lokasi parkiran Kompleks wisata Candi Gedongsongo menuju lokasi candi hanya akan menghabiskan waktu sekitar 10 menit perjalanan dengan jalan kaki. Jangan khawatir, meskipun 10 menit anda pasti akan berlama-lama juga kok. Pasalnya, di lokasi sangat-sangat indah pemandangannya. Di jamin pasti akan berlama-lama juga, heheh. Setiba di area parkir, suasana terasa sejuk dan tenang. Kabut tipis turun perlahan pelan namun pasti dari atas gunung menambah suasana kesejukan.

Setelah membeli tiket dengan harga terjangkau. Anda akan memasuki kompleks wisata candi Gedongsongo berupa tingkatan-tingkatan sejumlah sembilan. Kompleks candi ini di bangun berderet dari bawah hingga puncak perbukitan Kendalisada. Mengingat perjalanan menyusuri tiap tingkatan dengan medan terjal dari tingkatan ke tingkatan candi satu hingga sembilan, maka sudah sewajarnya jika anda harus mempersiapkan kondisi fisik dan tenaga ekstra yang cukup. Paling tidak untuk menuju ke candi Gedongsongo kita harus berjalan sejauh 200-an meter melalu jalan setapak yang naik.

Untuk saat ini, anda tidak perlu lagi capek-capek untuk dapat menikmati keindahan alam dan sejarah di Kompleks Candi Gedongsongo. Pasalnya, di sana telah tersedia sarana transportasi untuk dapat menjangkau setiap candi dengan menggunakan jasa transportasi kuda untuk berkeliling. Selain itu, tersedia juga taman dan warung-warung yang menjual berbagai makanan dan minuman untuk melepas lelah, lapar dan dahaga para wisatawan saat berkunjung menyusuri kompleks Candi Gedongsongo.

Related Posts

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *