Villa Escudero, Aroma Pedesaan Wisata di Filipina

Perlu waktu 2 jam lebih untuk mencapai Villa Escudero dari kota Manila, ibukota negara Filipina ini, salah satu negara anggota ASEAN yang paling jauh disebelah Timur. Buat telinga traveler Indonesia mungkin sedikit asing, bahkan mungkin juga untuk berkunjung ke Filipina masih belum termasuk dalam wish list tujuan wisata. Selain jauh jaraknya dari yang tinggal di wilayah Barat, isu-isu keamanan juga masih menghantui pariwisata Filipina pada umumnya. Sehingga wisatawan Indonesia lebih familier dengan Malaysia, Thailand, Vietnam, Hongkong, Korea, China dan Jepang. Demikian juga dengan Travel agent yang jarang menjual paket wisata ke Filipina. Pulau Boracay, Pulau Pahlawan , Cebu diantaranya sedang dipromosikan travel agent di Indonesia.

Karena sulitnya mempelajari transportasi umum menuju ke Villa Escudero, maka kami memilih untuk menyewa mobil rental yang bisa dipakai seharian. Selain ke Villa Escudero, kami rencananya akan menggunakan mobil untuk city tour di kota Manila nantinya. Tinggal di hotel kawasan Makati memang bukan hal yang enak untuk menikmati kuliner lokal maupun untuk singgah ketempat-tempat wisata. Jaraknya cukup jauh untuk menuju kota-kota tua di Manila. Namun menurut teman di sana, tinggal di daerah Makati lebih aman. Karena merupakan kota bisnis yang di jaga ketat oleh pihak keamanan.

Rental mobil van PHP 3500 (sekitar Rp. 1.120.000 bila kurs 1 PHP = Rp. 320), tidak termasuk biaya BBM dan tariff toll, bisa muat 12 orang. Kebetulan grup kami ada 8 orang, sangat cukup untuk dan leluasa untuk jalan jauh. Kami diminta pagi-pagi sekali berangkat untuk menghindari macet. Karena kemacetan di metro Manila hampir sama dengan di Jakarta, terutama di jam masuk kantor. Sekitar jam 6 pagi kami mulai jalan. Sambil mencari sarapan di tengah perjalanan. Tentu saja sudah punya kesempatan untuk mencoba makanan lokal di jalanan yang akan kami lalui.

Lokasinya menang di daerah pedesaan yang jauh dari kota. Tidak ada billboard atau tanda-tanda disekitarnya. Sehingga supir orang lokal kita juga masih harus bertanya-tanya di pinggir jalan, dia juga belum pernah kesana. Saya lagi membayangkan bagaimana caranya kalau kita datang pakai transportasi umum. Dari jalan raya masuk kedalam juga sekitar 1 kilometer. Tidak ada kendaraan umum yang masuk kedalam. Seperti private area dan bukan tempat umum. Tiket masuk weekend , Jumat sampai Minggu adalah PHP 1.400 (Rp. 448.00) untuk orang dewasa. Bila weekday harganya PHP 1.250 (Rp. 400.000) . Harga tersebut sudah termasuk makan siang di daerah air terjun, masuk museum, naik kereta pedati diiringi dengan penyanyi bergitar, permainan outdoor dan welcome drink.

Villa Escudero ini dulu hingga sekarang merupakan suatu perkebunan yang didirikan pada tahun 1872 oleh seorang bernama Don Placido Escuredo dan istrinya bernama Dona Claudia Marasigan. Tanaman pertama yang ditanam adalah tebu dan kelapa. Pada tahun 1900 seorang peneliti ilmu pertanian bernama Don Arsenio Escudero membuat pembangkit tenaga listrik tenaga air dan sebagai imbalan hasil panenan kelapa di berikan ke pabrik yang dipimpin oleh Don Arsenio Escudero. Karena perkebunan yang luas dan lingkungan yang masih alami maka tempat ini dijadikan sebuah objek wisata termasuk resort untuk tempat penginapan juga.

Villa Escudero Resort merupakan satu destinasi wisata di Filipina bahkan di dunia yang menyajikan sebuah restoran berdekatan dengan air terjun. Bisa dibayangkan jika makan sambil melihat air terjun di belakang Anda, pasti terasa seru. Di restoran ini air mengalir dari ketinggian sekitar 10 meter dengan aliran yang tidak begitu deras. Jadi Anda akan merasakan aliran air di kaki, dan satu keunikan tambahan yakni setiap pengunjung di restoran ini tidak memakai alas kaki. Mungkin di telinga Anda terdengar sedikit aneh, namun itu adalah salah satu daya tarik bagi wisatawan. Masalahnya kami tiba dilokasi bertepatan dengan turun hujan juga, sehingga sangat menyulitkan kami untuk menikmati setiap fasilitas yang disediakan.

Villa Escudero Resort tidak hanya menyediakan fasilitas restoran, di tempat wisata ini kita disuguhkan dengan perkebunan kelapa dengan luas 800 hektar. Pihak pengembang sudah menjadikan perkebunan ini sebagai paket tours, para turis akan diajak untuk melihat kebun kelapa dengan menaiki sebuah pedati yang ditarik kerbau bernama calessa. Anda akan diajak berkeliling di sebuah kota yakni San Pablo dan dapat melihat kebudayaan masyarakatnya.

Tidak hanya berkeliling ke perkebunan, juga dapat mengunjungi sebuah museum yang dibangun pada tahun 1800. Di dalam museum tersebut terdapat berbagai koleksi pribadi dari Don Arsenio Escudero diantaranya artefak, furniture antik, porselin, kupu-kupu, hingga surat-surat yang ditulis oleh Jose Rizal. Nah, bagi Anda yang tertarik dengan kisah-kisah sejarah dapat berkunjung ke Villa Escudero ini untuk sekedar melihat barang antik.


Leave A Reply

Your email address will not be published.