Tantangan Outbond di Jungle Trek di Taman Simalem Resort Bagi Kaum Urban

Tantangan Outbond di Jungle Trek di Taman Simalem Resort Bagi Kaum Urban – Sejak beroperasi Taman Simalem Resort dengan lahan seluas 206 ha, lingkungan alamnya tetap masih tetap terpelihara, demikian juga dengan keindahan alam, suasana hijau dan beberapa bagian hutan tropis dan tentunya berguna untuk kegiatan wisata alam dan agro wisata.

Untuk kedua kalinya saya mencoba kembali tantangan jungle trek dengan para pemula, peserta yang datang daerah urban city yang kebanyakan jarang berjalan laksana menuju perkampungan atau hutan mini. Biasanya hanya berjalan di mall – mall. Tentunya membutuhkan semangat dan dorongan untuk menghadapi semacam … rintangan gitu.

Lokasi Taman Simalem Resort memang lumayan jauh dari Medan, ibukota sumatera utara. Jarak tempuh bisa mencapai 5 jam perjalanan. Namun dalam perjalanan bisa banyak tempat wisata yang disinggahi. Seperti Taman TAHURA, Taman alam Lumbini, kota Berastagi, Gundaling, Kabanjahe, dll. Jalan potong dari depan TAHURA dapat langsung menuju ke Tiga Panah, tanpa melalui kota Brastagi dan Kabanjahe untuk menghindari macet. Lokasinya masih terletah di Tanah Karo.


Fasilitas Jungle trek dikenakan biaya sebesar Rp. 35.000,- / orang, namun bila anda menginap di Taman Simalem, sudah termasuk fasilitas di dalamnya, tanpa perlu bayar lagi. Mencoba Jungle trek untuk yang kedua kalinya ini, terasa ada perbedaan. Ranger yang dulunya sudah tidak ada lagi. Kali ini rombongannya terasa hambar dalam berkomunikasi dengan ranger. Tidak banyak informasi, tidak ada yel – yel penyemangat, tidak ada koordinasi lagi di perjalanan, mungkin dianggap sama saja atau mungkin sudah begitu ketentuannya atau terlalu dikit orangnya. Namun begitu, peserta yang ada 13 orang ini terlihat cukup antusias diawal. Kemudian berusaha ada yang sudah mau nyerah sebelum menjalani medannya. Proses waktu jugalah yang membuat mereka menjadi mulai terbiasa dengan kondisi alam. Tanah terlihat basah dan licin, karena kawasan Simalem sedang musim hujan, sama seperti wilayah Sumatera Utara lainnya.


Perjalanan melalui tanjakan yang agak melelahkan dan butuh waktu untuk berhenti sejenak. Beda dengan waktu pulangnya , terasa lebih ringan karena lebih banyak jalan yang menurun. Diujung perjalanan akan ketemu air terjun kembar (twin waterfall) yang airnya sangat dingin. Kepenatan akan segera hilang ketika kita bermain dengan air. Karena jaman sekarang orang sukanya foto, maka semua waktu dimanfaatkan untuk berfoto ria, bukan bermain air. Kita tidak hidup dijaman dulu lagi .


Sebenarnya trek perjalanannya tidak begitu panjang, lintasannya yang naik turun dan belum terbiasanya melalui perjalanan seperti ini, membuat orang merasa perjalanannya cukup panjang. Perlu waktu sekitar 3 jam , untuk masuk dan keluar kembali. Setelah perjalanan selesai, serasa baru menyelesaikan sebuah cobaan hidup yang melelahkan … namun menyenangkan.

Waw, Amazing trip nih ko! Next trip soon ya :))))
Cheers,
Lilys Susanti (aku yang ada di dalam foto)
Galery foto terbaik indonesia punya om petrusloo. Salam jepret om
Kalau boleh bertanya untuk dapat foto bagus harus modal besar om?
Semangaf terus pak, terus berkarya dengan traveling foto nya
Saya tertarik membaca postingan Panorama Harian Boho Masih Jauh Dari Sentuhan Manusia sangat cantik mengekspos panorama landscape dan bangunan ikonik seperri gereja.
Memang panorama yang belum ato tersentuh merupakan panorama yang alami dan bebas kita ekspos dengan mencet shutter release dan dapatkan keindahannya
Sambil travel sambil jepret keindahan.