Sensasi Kuil Sensoji di Tengah Kota Tokyo

Memasuki area Kuil Sensoji, para pengunjung akan melihat nuansa warna merah menyala yang sangat khas, membuat kuil Buddha terbesar sekaligus tertua di Tokyo ini begitu mudah dikenali. Berada di distrik Asakusa, kuil yang ramai ini tidak susah dijangkau karena di tengah kota Tokyo. Sepanjang jalan menuju kuil, kita bisa berhenti untuk berbelanja souvenir khas Jepang. Sekedar info, souvenir di sekitar kuil ini termasuk murah jika dibandingkan dengan tempat-tempat wisata lain. Selain toko souvenir, banyak juga toko-toko yang menjual jajanan khas Jepang. Dan yang paling menarik bagi saya, kita bebas masuk ke dalam kuil untuk berfoto maupun memanjatkan doa. Tidak perlu membeli karcis masuk seperti kuil-kuil lain di Jepang.

Gerbang Halilintar di Kuil Sensoji

Begitu tiba di depan Kuil Sensoji, kita akan disambut oleh “Kaminarimon” yang artinya Gerbang Halilintar. Gerbang lebar dengan dihiasi lentera besar merah yang menggantung dari atas ini banyak menghiasi iklan promosi pariwisata Negeri Sakura. Kaminarimon merupakan pintu masuk ke kuil yang dibangun oleh salah seorang komandan militer Jepang pada abad ke-6 ini.

Di dalam kuil megah yang merupakan landmark Tokyo ini kita bisa memanjatkan doa, dan bagi yang percaya, bisa membeli jimat-jimat pelindung yang dijual di dalam kuil. Jimat yang kita beli akan dibungkus dalam kantongan kain yang sangat indah. Setiap warna kantongan mempunyai arti yang berbeda. Kuil ini juga terkenal dengan Peramalnya yang konon ahli dalam membaca garis tangan. Tampak antrian panjang turis yang ingin diramalkan nasibnya, dan kebanyakan adalah turis Asia.

Sisi Dalam Kuil Sensoji

Banyak yang masih berasumsi bahwa Jepang terutama Tokyo adalah tempat wisata yang mahal. Sebenarnya tidak jika kita tahu caranya berhemat. Contohnya Kuil Sensoji ini. Selain gratis tiket masuk, kita bisa berjalan di area taman kuil yang indah untuk berfoto-foto. Banyak turis yang mengenakan kimono, dan mereka dengan senang hati bila diajak foto bersama. Saya bahkan betah menghabiskan waktu berjam-jam keluar masuk toko-tokok suvenir hanya untuk mengagumi indahnya suvenir Jepang yang begitu khas. Melihat sandal jepit, kipas, tas tangan hasil sulaman, payung dan lain sebagainya.

Toko Souvenir di Jalan Kuil Sensoji

Untuk melengkapi koleksi, saya hanya membeli beberapa tempelan kulkas, dan harganya cukup terjangkau. Ke Tokyo belum afdol jika tidak mengunjungi kuil bersejarah ini. Kuil Sensoji selain photogenic, juga cocok buat yang ingin lebih mengenal kultur masyarakat Jepang. Tidak ada satu sudutpun dari kuil raksasa ini yang bisa membuat anda lupa sedang berada di Negeri Samurai. Taman kuil yang dihiasi kolam besar dengan ikan Koi Jepang membuat saya betah duduk santai disana sambil memperhatikan masyarakat Jepang yang dengan teliti memisahkan sampah-sampah mereka sebelum dimasukkan ke dalam tong sampah. Memang bener-bener negara yang luar biasa.

Leave A Reply

Your email address will not be published.