Keajaiban Melihat Perayaan Thaipusam di Medan
Perayaan Thaipusam di Medan – Menurut kepercayaan masyarakat Hindu Tamil (India), Thaipusam dirayakan untuk memperingati kelahiran Dewa Murugan. Kebayakan kuil Hindu melakukan ritual perayaan diantara bulan Juli – Agustus setiap tahunnya. Kalau di Malaysia perayaan dilakukan dibulan Januari.
Di bulan Agustus 2016, kami mendapat kesempatan utuk meliput perayaan Thaipusam oleh kuil Sri Singgama Kali yang berada di jalan Karya Medan. Perayaan dari kuil lainnya terlepas dari pengamatan kami, karena terbatasnya informasi.

Seperti biasanya pelaksanaan ritual dimulai dari pinggir sungai, yang terdekat ke Kuil adalah sungai Deli. Sehingga sejak siang hari menjelang persiapan, jalan yang ada di pinggiran sungai Deli sudah dipadati oleh umat dan masyarakat sekitarnya. Setelah proses ritual di sungai Deli selesai, baru arak-arakan prosesi menuju ke Kuil Sri Singgama Kali.
Yang menarik dan yang agak “menyeramkan” adalah ritual tusuk-tusuk ke anggota tubuh peserta arak-arakan. Tapi semua tusukan benda tajam kebagian lidah, pipi dan punggung tidak ada yang mengeluarkan darah. Mirip dengan “Tatung” di Singkawang, Kalimantan Barat pada saat perayaan Cap Go Meh (Imlek ke 15). Inilah salah satu ritual yang memberikan pertunjukan menarik bagi masyarakat yang melihatnya. Walaupun kelihatannya agak sadis bagi yang belum pernah menyaksikannya.
Ratusan orang mengikuti upacara prosesi dijalan, setelah selesai semua proses di pinggiran sungai Deli. Ada Kavadi warna warni yang dipikul di bahu dan ada sekelompok wanita yang menjunjung periuk susu “pal koodam” dan patung Marugan turut serta dalam prosesi jalan kaki menuju Kuil Sri Singgama Kali. Bagi yang ikut berjalan yang tekat dengan prosesi dilarang menggunakan alas kali, begitu juga disaat ritual di pinggiran sungai Deli tadi.
