Keberagaman Budaya Di Medan Fashion Culture Festival 2016

Medan Fashion Culture Festival (MFCF) merupakan ide yang dikembangkan oleh sang maestro ulos Torang Sitorus, terinspirasi dari beberapa event nasional seperti Indonesia Fashion Week dan Jakarta Fashion and Food Festival. Kota Medan dikenal sebagai Kota Multikulturisme dengan kekayaan heritage baik bersifat tangible maupun intangible yang masih terpelihara dengan baik hingga kini. Diharapkan MFCF dapat tetap konsisten menjadi event bersekala nasional setiap tahun (annual event).

Setelah sukses menyelenggarakan MFCF di tahun 2015, Torang Sitorus sang inspirator penggagas ide pengembang budaya kain tenun Indonesia kembali menggelar acara MFCF keduanya di tahun 2016 bertempat di Hotel Grand Mercure Medan Angkasa (25/11/16). Tidak mudah untuk menyelenggarakan event berkelas nasional yang membutuhkan pengorbanan dan biaya. Namun dengan tekad yang bulat , Torang Sitorus dapat melaksanakannya dengan sukses dan mendapatkan sambutan dan dukungan dari banyak pihak.

MFCF 2016 kali ini mengusung tema yang membawa semangat berkelanjutan melalui pemberdayaan lokal yang dikemas dalam tema “PARTONUM”. Menurut Torang, Partonum yang diartikan sebagai penenun merupakan “bintang utama” dalam acara ini. Penenun adalah kunci utama keberlanjutan kekayaan nusantara. Partonum adalah “penenun utama” terjadinya degradasi budaya yang kian tergores oleh kemudahan teknologi dan produksi massal tetapi mengenyampingkan sebuah proses sakral.

Semangat kebersamaan tersebut juga terwakilkan melalui “Ritual Sapanganan “ atau jamuan makan yang juga dihadirkan dalam acara ini. Peranan jamuan makan dan dihidangkan untuk memelihara hubungan baik sangat melekat erat dalam struktur sosial masyarakat Batak. Sapanganan yaitu satu tempat makan atau juga sekelompok orang yang sedang menikmati hidangan bersama-sama dalam acara khusus. Sapanganan dalam makna yang lebih dalam saling mempercayai satu dan lainnya sehingga untuk berbagi makanan dalam satu tempat yang sama bukanlah sebuah hambatan. Makna “Sapanganan” dalam kebersamaan kali ini adalah sebuah semangat bagi kita semua, saling tolong menolong, bahu membahu, berdampingan untuk bersama mewujudkan kelestarian budaya. Berbagai jenis masakan tradisional Batak disajikan di depan Ball Room sebagai standing cocktail sebelum acara dimulai.

Sejumlah model dan designer nasional ikut berpartisipasi dalam event ini. Designer yang menampilkan hasil karyanya seperti : Ghea Panggabean, Ida Royani, Sthephanus Hamy, Corrie Kastubi, Wieke Dwiharty, Sikie Purnomo, Jeny Tjahjawaty, Oki wong, KDM (Komunitas Designer Medan), Sahara by Poppy, Maharani by Rita Maharani.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Free Email Updates
Get the latest content first.
We respect your privacy.