The Bund, Wisata Wajib di Kota Shanghai

The Bund, Wisata Wajib di Kota Shanghai – Film The Bund (Shanghai Than), di jaman dahulu film seri Hongkong dibintangi oleh Chow Yun Fa, disaat itu dia belum dikenal di layar lebar. Memulai kariernya di film TV berseri yang dulu dikenal dengan pasukan TVB, salah satu TV channel terkenal di Hong Kong. Judul film itu kemudian di daur ulang berkali – kali pada jaman – jaman berikutnya dengan pemain dan cerita yang berbeda. Namun setting isinya tetap sama, yaitu film suasana di jaman itu, mafia China – Hongkong, pistol jaman dulu, tembak menembak, cinta dan pembunuhan.

Di era tahun 80-an kemudian orang – orang mulai mengenal lokasi The Bund (orang lokal menyebutnya “Wai Than”) ketika negeri Tiongkok mulai membangun negaranya dan menjadi negara terbuka, terutama untuk industri wisata. Begitu majunya kota Shanghai era sekarang ini, menjadikannya sebagai kota paling maju dan metropolis yang ada di Tiongkok. Salah satu pelabuhan arus barang keluar masuk yang paling ramai di dunia. Walaupun jaman terus maju, semua tanah diisi dengan gedung bertingkat, daerah bangunan tua di The Bund ikut berkembang menjadi tujuan kelas satu di dunia saat ini. Bila ada di Shanghai, pasti wajib mengunjungi daerah ini. Banyak orang asing (ekspetriat) yang menetap dan bekerja di Shanghai. Kota Shanghai juga sangat terkenal dengan dunia fashionnya. Orang-orang Shanghai sangat memperhatikan penampilannya, hal ini dapat terlihat di jalanan.

Tidak ada yang menampik, bila Shanghai adalah salah satu kota di Tiongkok yang menarik dan favorit bagi traveler dari manca negara. The Bund merupakan dermaga disepanjang sungai Huangju. Sering juga disebut Zhongshan Dong Yi Lu, dianggap sebagai simbol Shanghai selama ratusan tahun. Lokasinya terletak di East Zhonghan 1st Road, tepatnya disebelah Barat sungai Huang Pu dari jembatan Waibaidu ke jembatan Nampu. Pemandangan paling terkenal dan menarik yang berada disisi barat The Bund adalah 26 bangunan dengan beragam arsitektur, seperti Gothic, Baraque, Romantik, Klasisisme, dan Renaissance. Ditepi Sungai Huang Pu terdapat tembok pengendali gelombang setinggi 1.700 meter memanjang dari Taman Huang Pu hingga sungai Xin Xai.

Bila kita lihat keseberang sungai, ada bangunan Oriental Peal Tower, menara yang terkenal diseluruh dunia dan Shanghai World Trade Centre Financial yang konon kabarnya ada 100 lantai. Background para wisatawan berfoto-foto, terutama malam hari lebih terasa keindahan lampu-lampunya.

Karena waktu saya kesana mendapat fasilitas travel, bukan jalan sendiri, maka sangat terbatas dengan waktu untuk eksplore lebih mendetail lagi. Kami hanya diberikan batas waktu 15 – 30 menit disiang hari berhenti dilokasi ini. Kalau buat fotografer, buka tripod pun tidak cukup waktunya. Sehingga saya kesana lagi bersama teman dimalam hari. Memang daerah ini sangat – sangat ramai dikunjungi wisatawan, terutama yang ingin berfoto, sebagai tanda bahwa sudah sampai di Shanghai. Guide Tiongkok itu lebih suka membawa wisatawan ke tempat yang ada jualan barang dan waktunya juga tidak terbatas, terserah kita mau berapa lama. Tapi kalau yang ke tempat tujuan wisata, harus cepat-cepat, dengan alasan dikejar waktu.

Malam hari, The Bund memberikan nuansa yang berbeda dengan siang hari. Cahaya – cahaya lampu dipancarkan oleh gedung – gedung tinggi yang berjejer rapi serta cahaya lampu yang keluar dari gedung lama memberikan keindahan yang luar biasa dimalam hari. Tiba disana pukul 20.00 waktu setempat dan baru selesai hujan, masih ada hujan rintik – rintik. Dengan kecepatan tinggi berusaha mengambil setiap keindahan malam disisi kota tuanya. Dan yang sangat kagetnya, tepat pukul 23.00 waktu setempat, semua lampu disetiap gedung dipadamkan secara serentak. Hanya lampu yang menerangi jalan yang hidup. Artinya mungkin wisatawan disuruh pulang jam segitu. Sepertinya pakai timer, bisa padam serentak. Mungkin juga untuk menghemat pemakaian energi listrik. Harus bersyukur diberikan waktu 2 jam untuk pengambilan foto.

Leave A Reply

Your email address will not be published.