Antrian panjang di Budaya Resto pada Hari Imlek ke 2, Gagal Makan

Antrian panjang di Budaya Resto pada Hari Imlek ke 2, Gagal Makan – Sejatinya pengen coba yang katanya tempat makan baru mulai top di pinggir kota Medan. Pengen juga buat review kulinernya, tapi apa yang hendak dikata … antrian terlalu panjang. Mau makan harus nunggu , akhirnya kami terpaksa pergi sebelum ada kabar kapan bisa dapat jatah. Sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 13.00 wib, sudah tidak mampu menahan lapar.

Antrian panjang di Budaya Resto pada hari Imlek Ke 2 , gagal makan
Antrian Panjang di Budaya Resto pada Hari Imlek ke 2, gagal makan

Budaya Resto terletak di km. 12.5 arah dari Medan menuju Tanjung Morawa. Tidak terlalu sulit dicari, walaupun posisinya ada disebelah kanan jalan bila kita datang dari Medan. Cukup banyak media iklan dan penunjuk arah. Sebelum sampai sudah ada billboard besar diatas tengah jalan. Didepannya, seberang jalan ada Tahu Sumedang dengan ciri khas banner merahnya yang juga lagi gencar iklannya.

Antrian panjang di Budaya Resto pada hari Imlek Ke 2 , gagal makan

Ketika memasuki areal parkir yang sangat luas, dipastikan dapat menampung ratusan mobil dan dapat dipastikan juga ini kondisi lagi ramai. Fasilitas taman, kolam ikan KOI dan tempat bermain anak-anak sudah ditata dengan rapi. Sangat cocok untuk wisata keluarga, karena tersedia arena bermain untuk anak-anak dan remaja. Karena luas lahan yang tersedia cukup memadai. Tempat makannya ada di indoor dan outdoor, ada juga outdoor yang bentuknya joglo. Saat tiba disana, tidak ada yang makan di outdoor. Sedikit agak  heran bila tidak mampu melayani banyak pengunjung, untuk apa disediakan tempat makan outdoor yang begitu banyak.

Antrian panjang di Budaya Resto pada hari Imlek Ke 2 , gagal makan Antrian panjang di Budaya Resto pada hari Imlek Ke 2 , gagal makan

Antrian panjang di Budaya Resto pada hari Imlek Ke 2 , gagal makan Antrian panjang di Budaya Resto pada hari Imlek Ke 2 , gagal makan Antrian panjang di Budaya Resto pada hari Imlek Ke 2 , gagal makan

Arsitektur dan design bergaya Jawa dan Bali, mungkin menggambarkan ciri khas makanan yang sifatnya nasional, makanan khas Indonesia. Sayang, belum ada kesempatan mencicipi makanannya, jadi tidak bisa ngomong soal makan.

1 Comment
  1. robby jungjunan says

    Saat hari raya emang begitu

Leave A Reply

Your email address will not be published.