Berburu Sunrise di Pulau Lengkuas, Belitung

Pulau Lengkuas merupakan salah satu pulau terluar dari pulau-pulau yang ada di pesisir Belitung Barat. Butuh waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan transportasi perahu kecil dari pantai Tanjung Kelayar menuju pulau tersebut. Pulau ini juga termasuk salah satu pulau terindah yang ada di negeri Laskar Pelangi.

 

 

Berburu sunrise (matahari terbit) dengan tidak bermalam di pulau tersebut, membutuhkan semangat motivasi yang tinggi. Kenapa begitu? Karena harus berangkat minimal jam 3 subuh supaya aman dengan waktu yang terjaga sampai ke pulau sebelum matahari terbit.

 

Dengan semangat itu pula lah kami berangkat jam 3 subuh dengan 17 orang dalam satu rombongan. Disini, perbedaan mengkoordinasi 17 orang dengan mengkoordinasi 4 orang sangat jauh berbeda. Selain akan terjadi saling tunggu-menunggu, juga akan terjadi delay waktu naik turun kendaraan darat menuju laut. Butuh waktu 30 menit dari tempat penginapan ke Tanjung Kelayar, kemudian naik kapal menuju Pulau Lengkuas juga 30 menit. Saat itu, tidak ada lampu kapal, duduk sempit-sempitan, seperti pengungsi yang lari malam. Sesaat suasana cukup menegangkan, baik gelombang ombak yang tiba-tiba bergejolak, dengan cahaya lampu senter kami melihat banyaknya bebatuan ukuran besar dan kecil di dasar laut maupun yang muncul di permukaan. Pulau-pulau yang ada di Belitung terkenal dengan batu – batu besarnya yang ada di sekitar pantai maupun disekitar lautnya. Ciri khas batu ini yaitu jarang di temui di pantai daerah lain. Bahkan ada pulau yang baru muncul ketika air laut sedang surut.

Kegalauan makin menjadi – jadi ketika melihat lampu mercusuar dari kejauhan, tapi kapal kecil kami tidak sampai ke tujuan. Perlahan dan pasti, sedikit demi sedikit cahaya dari pulau mulai kelihatan. Cahayanya yang berasal dari rumah penjaga mercusuar milik Kementerian Perhubungan.

 

Akhirnya kapal mendarat dengan sempurna, tanpa ada rintangan apapun. Tebaran pasir putih terasa ditengah kegelapan ketika kaki menginjak ke bumi yang disambut oleh butiran pasir halus. Waktu tidak mengizinkan untuk kami berleha -leha, karena langit akan segera terang dan segala peralatan harus segera dipersiapkan.

 

Hari semakin terang dan matahari mulai memperlihatkan keganasannya. Panas yang dipancarkan luar biasa sekali. Makin siang, makin terik dan makin tidak bersahabat. Sebagian kami langsung terjun merasakan bersih dan beningnya air laut. Suasana yang sangat menyedihkan ketika kami tidak diizinkan naik ke atas mercusuar. Kabarnya, Kementerian Perhubungan baru memberikan instruksi larangan ini sejak 5 hari yang lalu. Padahal salah satu tujuan kami hadir disini ingin memotret pulau Lengkuas dari atas mercusuar. Pemotretan dari atas bangunan mercusuar memberikan nuansa dan sudut yang sangat berbeda. Karena keindahan pulau Lengkuas dapat terlihat jelas dari atas.

 


Leave A Reply

Your email address will not be published.

Skip to toolbar