Menggali Kembali Keunikan Candi Borobudur

Diantara deretan nama-nama candi di Indonesia, Candi Borobudur bukanlah nama asing di telinga kita semua hingga mancanegara. Candi yang terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah ini telah menjadi pilihan tujuan destinasi favorit untuk liburan.

Ketika kami berada di Yogya, karena pengen hunting di Phuntuk Setumbu yang kelihatan candi Borobudur dari kejauhan, tapi terakhir singgah juga di sini. Karena beberapa teman hunting sunrise di Borobudur melalui hotel Manohara. Hunting sunrise nya cukup mahal, harus merogoh kocek sebesar Rp. 250.000 untuk tiket masuknya.

Tercatat sepanjang tahun 2016 sebanyak 3,7 juta wisatawan mengunjungi Candi Borobudur. Hal ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 3,5 juta wisatawan.

Tingginya minat pengunjung wisatawan ke Candi Borobudur juga diprediksi meningkat dengan target menjadi sebanyak 3,9 juta di tahun 2017 ini. Akhir-akhir ini, Candi Borobudur kembali menjadi sorotan dunia berkat kedatangan tokoh ternama mancanegara yang berlibur ke Indonesia.

Adapun sosok tersebut diantaranya Presiden ke-44 Amerika Serikat bernama Barack Obama beserta rombongan keluarga. Selama di jogja antara tanggal 28-30 Juni 2017 yang lalu, Barack Obama beserta rombngan keluarga menyempakan diri memilih tujuan wisatanya ke Candi Borobudur.

Kekaguman Obama terhadap Candi Borobudur karena wisata ini menjadi salah satu keajaiban dunia yang patut di kunjungi selama di Indonesia.

Selain Barack Obama, adapun tokoh terkenal lainnya yang pernah menyambangi kesohoran wisata Candi Borobudur, diantaranya seperti pesepak bole David Beckam tahun 2007, Petenis Maria Sharapova tahun 2012, Pangeran dan Putri Norvegia tahun 2012.

Selain itu, adapula pendiri Facebook Mark Zuckerberg tahun 2014, Putri Thailand tahun 2016, dan Presiden Ukraina tahun 2016. Selain tokoh-tokoh yang disebutkan, tentu masih banyak tokoh lainnya yang pernah mengunjungi Candi Borobudur.

Demikianlah sekilas candi borobudur yang menjadi daya tarik para wisatawan. Mungin sebagian dari kita masih sekedar mendengar info Candi Borobudur dari cerita pengalaman yang pernah berkunjung.

Mungkin juga sebagian dari kita pernah berkunjung namun belum mengetahui lebih detail info terkait candi Borobudur. Untuk mengobati rasa penasaran tersebut, berikut akan kami ulas seputar Candi Borobudur untuk anda sekalian.

Profil Candi Borobudur

Candi Borobudur termasuk dalam jenis candi Budha berbentuk stupa terbesar di dunia. Candi Borobudur terdiri dari 3 jenis istilah kata, yakni Candi, Boro, dan Budur. Menurut dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Candi secara sempit merujuk pada istilah bangunan keagamaan purbakala.

Sedangkan arti secara luas dimaknai sebagai semua bangunan purbakala dari masa Hindu-Budha di Nusantara, seperti bangunan peninggalan berupa gerbang, gapura, dan petirtaan atau kolam dan pancuran untuk pemandian.

Sedangkan istilah Nama Borobudur masih menjadi perdebatan diantara para tokoh yang belum pasti mengetahui asal muasal nama tersebut diberikan. Kebanyakan yang ada adalah nama-nama diberikan berdasarkan nama lokasi ditemukannya.

Hal ini kemugkinan sama juga dilakukan oleh Sir Thomas Raffles dalam bukunya berjudul Sejarah Pulau Jawa yang menyebut adanya monumen bernama Borobudur. Nama tersebut dituliskannya dalam tata bahasa inggris, yakni Bore-Budur yang merujuk pada desa terdekat, yakni Desa Bore (Boro).

Sedangkan penambahan kata Budur dikaitkan dengan istilah Buda dalam bahasa Jawa yang berarti Purba. Anggapan lain para arkeolog menyebut nama Budur berasal dari istilah kata Budhara yang berarti gunung.

Candi borobudur merupakan bangunan monumen yang terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar. Pada bagian atasnya terdapat tiga pelataran melingkar dengan dinding berhias 2.672 panel relief dan terdapat arca budha sebanyak 504.

Koleksi relief Budha pada candi Borobudur merupakan terlengkap dan terbanyak di Dunia. Stupa utama terbesar terletak di tengah dengan dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang dengan archa bduha di tengahnya duduk bersila.

Sejarah Singkat

Menurut Sejarawan bernama J.G de Casparis menyebutkan dalam kajian ilmiah disertasinya tahun 1950 mengatakan bahwa Borobudur merupakan sebuah tempat pemujaan. Hal ini didasarkan pada penemuan prasasti Karangtengah dan Tri Tepusan.

Berdasarkan hal tersebut, J.G de Casparis memperkirakan bahwa pendiri Borobudur adalah Raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga yang dimulai pada tahun 824 M dengan memakan waktu hampir setengan abad.

Pada prasasti Karangtengah disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Cri Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamulan atau yang disebut dengan Bhumisambhara.

Istilah  Kamulan berasal dari kata Mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur dan kemungkinan leluhurnya dari wangsa Syailendra. Casparis juga memperkirakan bahwa Bhumi Sambhara Bhudhara dalam bahasa Sansekerta yang berarti Bukit himpunan Kebajikan Sepuluh Tingkatan Bodhisatwa adalah nama asli borobudur.

Sejarah Penemuan dan Pemugaran Candi Borobudur

Seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Budha di Jawa dan dipengaruhi dengan masukknya peradaban islam, Borobudur mulai ditinggalkan jejaknya. Bangunan bersejarah ini terlantar hingga pada tahun 1814 ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles yang juga menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa.

Saat itu pula upaya pemugaran telah diupayakan. Proyek pemugaran terbesar dilakukan tahun 1975 hingga 1982 atas dukungan pemerintah dan UNESCO sebagai situs bersejarah yang masuk dalam situs warisan dunia.

Keajaiban Dunia

Kemegahan candi Borobudur sebagai situs warisan dunia dari abad ke-9 menjadikan monumen bangunan ini sebagai salah satu keajaiban dunia menurut UNESCO “World Heritage Site”. Candi Borobudur juga dinobatkan sebagai candi terbesar di Dunia.

Mitos Peninggalan Nabi Sulaiman

Selain dikenal dalam sejarah yang menyebutkan bahwa Candi Borobudur merupakan monumen umat Budha dan diyakini sebagai peninggalan Dinasti Syailendre, ternyata ada kabar beredar yang menjadi trending topik akhir-akhir ini adalah munculnya pernyataan bahwa Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman.

Hal ini diperkirakan karena kesamaan hidup Nabi Sulaiman dengan pendirian Candi Borobudur, yakni pada abad ke-9 sebelum masehi (989-931 SM) atau sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Sedangkan Candi Borobudur dari berbagai sejarah mencatat didirikan sekitar abad ke-8 masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Benar ataupun tidak semuanya masih dalam misteri dan kajian mendalam berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah selanjutnya.

Lokasi Candi Borobudur

Candi Borobudur berlokasi di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Lokasinya sekitar kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.

Borobudur terletak di atas bukit pada dataran yang dikelilingi oleh dua Gunung, yakni Gunung Sundoro dan Gunung Subing di sebalah barat laut dan di sebalah timur laut dikellingi Gunung Merbabu dan Gunung Merapi.

Di sebelah utaranya terdapat bukit Tidar dan lebih dekatnya di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh. Candi Borobudur juga terletak diantara pertemuan dua sungai, yakni Sungai Progo dan Sungao Elo di sebelah timur.

Biaya Tiket Masuk

Untuk dapat masuk Candi Borobudur kita dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp. 35.000 / Orang Dewasa dan Rp. 25.000 / usia anak-anak. Sedangkan turis mancanegara di kenakan tarif USD 20.

Rute Perjalanan Menuju Candi Borobudur

Akses menuju Candi Borobudur dinilai sangat muda. Kita dapat menggunakan berbagai noda transportasi dari berbagai arah. Jalan yang sudah beraspal halus dengan disertasi rambu-rambu petunjuk arah telah memudahkan kita dalam pencarian lokasi menuju Candi Borobudur. Aksesibilitas jaringan internet memaksimalkan kita dalam menemukan lokasi Candi Borobudur menggunakan Google Map.

Selain mengandalkan teknologi dan sarana prasarana yang ada untuk membantu kita menemukan lokasi Candi Borobudur, berikut kami akan jabarkan rute perjalanan menuju Candi Borobudur.

  1. Rute dari Yogyakarta

Candi Borobudur terletak di arah Azzimuth 330° 11′ 11.913″ (Sebelah Barat Laut) dari Yogyakarta. Jarak lurus antara keduanya adalah sekitar 24,89 km. Namun, jarak tempuhnya mencapai 37 km dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 1 jam 3 menit.

Jika anda sedang berlibur di Jogja dan menginginkan kunjungan ke Candi Borobudur yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah tersebut, maka anda dapat menggunakan beberapa alternatif noda transportasi sesuai dengan pilihan anda, diantaranya:

  1. Transportasi Pribadi (Mobil/Motor)

Dengan menggunakan transportasi pribadi baik mobil atau motor anda dapat mengikuti rute dari Yogyakarta menuju Cand Borobudur melalui jalan Magelang. Ikutilah rute lurus jalan Magelang hingga menemukan petunjuk nama Wisata Candi Borobudur.

Rute yang ditempuh sekitar 37 km dengan jarak tempuh sekitar 1 jam 3 menit (bisa kurang atau lebih tergantung kondisi jalanan). Biaya yang dikeluarkan sesuai dengan ongkos habis pakai bahan bakar kendaraan.

  1. Transportasi Bis TransJogja

Fasilitas sarana prasarana Transjogja sangat memudahkan kita dalam mengakses tempat-tempat wisata, salah satunya menuju Candi Borobudur. Dari arah manapun berada di Jogja, naiklah transjogja dengan arah tujuan menuju Terminal Jombor.

Jangan sungkan untuk bertanya kepada petugas dan anda akan diberi tahu kode bus transjogja menuju ke terminal Jombor. Tarifnya sangat terjangkau, yakni hanya merogoh kocek Rp. 3.500,00. Sesampainya terminal Jombor anda melanjutkan perjalanan dengan naik bus lokal dengan tarif Rp. 10.000 wisatawan domestik dan untuk mancanegara  Rp. 20.000.

Selain menggunakan noda transportasi tersebut, anda dapat dengan mudah menggunakan transportasi lain seperti naik Taksi, Ojek Online, dan lain sebagainya. Secara khusus, rute-rutenya hampir sama.

Bagi yang naik pesawat dan turun di Bandara Adisutcipto anda dapat melanjutkan perjalanan dengan naik bus transjogja atau kendaraan lain. Bagi yang naik kereta api dapat turun di stasiun Tugu dan melanjutkan perjalanan menggunakan Bus Transjogja atau kendaraan lainnya.

  1. Ringkasan Rute-rute lain menuju Candi Borobudur
  • Dari Jakarta Ke Yogyakarta via Jalur Pantura: Jakarta> Tol Jakarta – Cikampek > Jatibarang > Paliman >
    Tol Paliman – Kanci > Tol Kanci – Pejangan > Brebes > Tegal > Pekalongan > Weleri > Magelang > Borobudur
  • Dari Jakarta Ke Yogyakarta Via Jalur Selatan: Jakarta > Tol Jakarta > Cikampek > Tol Purbaleunyi > Cileunyi > Rancaekek > Nagreg > Limbangan > Malangbong > Ciawi > Cihaurbeuti > Ciamis > Banjar > Majenang > Karangpucung > Wangon > Kebumen > Kutoarjo > Purworejo > Borobudur.
  • Dari Surabaya Ke Yogyakarta: Surabaya > Mojokerto > Jombang > Ngawi > Sragen > Solo > Klaten > Yogyakarta > Borobudur
  • Menggunakan Pesawat Terbang Tujuan Bandara Adisucipto Yogyakarta: Naik TransJogja ke Terminal Giwangan / Terminal Jombor > Naik Bis Lokal Jurusan Borobudur atau dari Bandara langsung naik bis Damri jurusan Magelang dan turun di pertigaan Borobudur.
  • Menggunakan Kereta turun Stasiun Tugu > naik TransJogja jalur 2 B ke terminal Jombor dan kemudian naik Bis Lokal

Penginapan Sekitar Borobudur

Berlibur ke kawasan candi Borobudur tidak cukup hanya beberapa jam mengitarinya saja, namun masih dapat dilakukan dengan menikmati secara seksama. Anda dapat menikmati suasana candi borobudur kapanpun. Oleh karena itu mungkin anda perlu penginapan di sekitar lokasi candi Borobudur. Berikut adalah penginapan rekomendasi untuk anda di sekitar candi Borobudur.

  1. Cempaka Villa : keunikan dapat menikmati sunrise dan sunset di candi borobudur. Tersedia restauran khas jawa dan juga masakan western, spa room. Jaraknya hanya sekitar 5 menit dengan jalan kaki. Tarif hanya Rp. 350.000/malam.
  2. Puri Menoreh Hotel dan Restauran. Tarif Rp. 348.000/malam
  3. Hotel Borobudur. Tarif murah Rp. 60.000/malam
  4. Hotel Rosita. Tarif termurah Rp. 75.000/malam untuk 2 orang dengan kamar mandi dalam.
  5. Hotel Bukit Rhema. Tarif termurah Rp, 75.000/malam kapasitas 3 orang dengan kamar mandi dalam.
  6. Hotel Bhumi Sambara. Tarif termurah twim room Rp. 50.000/malam kamar mandi dalam.
  7. Lotus 1 Guest House and Restaurant. Tarif termurah singgle Rp. 70.000/malam.
  8. Roro Mendut Homestay. Tarif standard single Rp. 100.000/malam

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Skip to toolbar