Ada Kampung Ahok di Belitung Timur
Nama Ahok ternyata tidak hanya laris manis di panggung politik, tapi laris manis juga mengisi pariwisata dan UKM di Belitung, membangun industri wisata ternyata tidak harus melulu keindahan alam, ide dan kreativitas saat ini sangat di butuhkan, berdekatan dengan kampung Ahok ada museum kota yang dibangun oleh Andrea Hirata, penulis novel Laskar Pelangi, selain menjadi novel best seller yang sudah dialih bahasa ke berbagai bahasa didunia, juga pernah menjadi film terlaris. Dengan karya kreatif ini, Belitung menjadi dikenal bahkan terkenal di masyarakat lokal dan international.

Kampung Ahok berada tepat berada didepan di rumah kediaman orang tua Ahok (Basuki Tjahja Purnama), yang saat ini menjadi gubernur DKI dan mantan Bupati Belitung Timur. Sebenarnya sih tidak terlalu hebat amat, hanya ada bangunan panggung rumah adat Belitung yang pengunjung boleh mengunjungi dalam rumah. Didalamnya ada menyediakan masakan khas Belitung, duduk dengan lesehan (duduk di lantai papan) beralaskan tikar. Selain menikmati masakan tradisional di rumah tradisional, wisatawan juga boleh berbelanja aneka produk UKM Belitung yang sudah tersedia didalam rumah panggung. Berbagai jenis makanan kering dan jajanan , tak lepas juga kue-kue yang dibuat oleh ibunda nya Ahok.

Bus wisata, van wisata yang banyak digunakan provider wisata di Belitung datang silih berganti dijalan yang tidak terlalu lebar ini. Tapi yang mengherankan tidak ada kemacetan dan tidak ada pula tukang parkir. Semuanya datang pergi dengan teratur.
Beberapa hal yang menarik ketika berada di Belitung :
- Jarang kelihatan tukang parkir
- Tidak kelihatan OKP dan termasuk tidak ada plangnya di jalanan
- Tidak ada preman
- Jalanan mulus tak berlobang
- Perampokan dan pencurian hampir tidak terdengar
- Jarang ketemu pedagang kaki lima ditempat-tempat wisata
Dirumah kediaman Ahok sendiri, yang saat ini ditempati oleh ibundanya terbuka untuk wisatawan yang datang. Semua yang datang pasti wajib berfoto-foto didepan rumahnya. Disebelah rumah ada Galeri Daun Simpor, harus jalan melewati rumah Ahok baru sampai ke galeri ini. Didalamnya ada dipertunjukan cara membuat batik tulis Belitung dan batik cetak. Aktivitas pembuatan diperagakan dan para pengunjung boleh mencobanya. Batik khas Belitung yang memberikan pelajaran dan pengetahuan bagi pengunjung yang datang. Disamping itu galeri juga menjual berbagai souvenir dan produk UKM masyarakat Belitung.



Ide kreatif dibalut dengan branding ternyata menghasilkan sesuatu yang sangat berarti dalam industri pariwisata bila dikelola dengan baik. Setelah melihat rumah dan kampung Ahok, ternyata sebuah nama dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemda atau masyarakat setempat dalam menggarap potensi wisata.

