Kompleks Gwanghwamun Square, Tempat yang wajib dikunjungi Bila Berada di Kota Seoul

Kompleks Gwanghwamun Square. Sama seperti kota metropolitan lainnya, kota Seoul, ibukota negara Korea Selatan akan memanjakan mata anda dengan penataan kota yang sangat͞ bersahabat͟ dengan para penduduknya. Salah satu pusat keramaian yang telah bersejarah 600 tahun di Seoul ini ada di kawasan Gwanghwamun Square yang merupakan salah satu titik pusat wisata di kota Seoul ketika anda harus berwisata di daerah sekitarnya.

Baca juga...

Kenapa disini titik pusatnya? Karena banyak yang dapat dilihat disini dengan jalan yang sangat lebar dan ditengahnya ada alun–alun dengan ditanam bunga warna warni. Kebetulan saya ada disana lagi musim semi, awal bulan April. Bunga–bunga sedang mekar, demikian juga dengan bunga sakura (Cherry Blossom). Area yang dibangun dengan mengurangi 16 jalur lalu lintas utama menjadi 10 ruas jalan utama yang berada di tengah–tengah Serong-ro, yang menghubungkan Jongno-go Gwanghwamun ke persimpangan Sejong-ro dan Cheongye Square, dengan lebar 34 meter dan panjang 557 meter. Area ini yang dahulunya macet menjadi tempat yang asri dan banyak memberikan informasi akan sejarah dan budayanya.

Dikawasan ini, ada istana Gyeongbokgung dengan latar belakang Gunung Bungkasan yang sangat terkenal itu. Ada istana Deoksugung yang ada parade pergantian petugas jaga setiap sore hari sekitar jam 16.00. Ada Cheonggyecheon Stream, sungai yang sangat menarik desainnya, sehingga kita dapat berjalan di kanan dan kiri sungai yang banyak memperlihatkan anak muda yang melakukan atraksi, terutama buka lapak nyanyi, yang nama lainnya ngamen di tempat kita. Cuma pengamennya disini keren–keren, rapi, bersih, stylist dan tidak memaksa. Mereka beratraksi di tempat dengan masyarakat sekitar berlalu-lalang, bagi yang tertarik boleh melihat penampilan mereka tetapi jangan lupa mengisi kotak donasi tentunya.

Kompleks Gwanghwamun Square terletak di pusat Sejong-ro yang menghubungkan Gwanghwamun Gate dan Cheonggye Square. Kawasan ini terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu Recovering the history of Gwanghwamun Gate Plaza (Memulihkan sejarah), Reenacting Yukjo Street Plaza, Korea Main Plaza, Civil Participation Urban Culture Plaza, Downtown Plaza dan Cheonggyecheon Stream Connector. Mempelajari sendiri daerah ini memang tidak mudah, perlu waktu bagi saya untuk memahami dengan baik daerah Gwanghwamun ini. Map kota Seoul, khususnya kawasan Gwanghwamun ada dimana–mana dan mudah didapatkan. Kita juga bisa dengan mudah menggunakan fasilitas aplikasi dismartphone, jika tidak ingin repot dengan kertas peta. Namun ketika kita pertama kali berada dilapangan, bisa sedikit agak membingungkan. Perlu waktu untuk menjelajah 1-2 hari untuk mengenal wilayah ini. Cuaca agak dingin menjelang sore, karena ketika saya disana baru mulai berakhir musim dingin. Di siang hari cuaca matahari lumayan memanas, menjelang sore hembusan anginnya yang sangat dingin, semakin malam, cuacanya lebih dingin dari sore hari.

Di kompleks Gwanghwamun banyak terdapat͞ Tourist Information Center͟ di sudut–sudut jalan yang strategis dan banyak lalu-lalang wisatawan asing. Mereka melayani turis dalam berbagai bahasa. Kalau saya masuk ke dalam bukan bertanya, tapi numpang A/C panasnya karena dinginnya di luar sekalian istirahat dan makan–makan hasil beli di SevenEleven. Cuaca dingin perlu ruang pamanas untuk menghangatkan badan sebelum berjalan lagi.

Patung Laksamana Yi Sun Shin dan air mancur siap menyambut tamu dengan gagahnya di alun–alun Gwanghwamun Square. Laksamana Yi Sun Shin adalah salah satu Laksamana yang terkenal di Korea karena kegagahannya melawan tentara Jepang di jaman Perang Dunia ke II.

Di depan patung Raja Sejong ada replika ragam penemuan pada masa pemerintahannya, seperti Angbuilgu (sejenis jam matahari) dan Chugugi (alat untuk mengukur curah hujan). Di bagian bawah tanah tepat dibawah patung Raja Sejong terdapat Sejong Story Exhibition Hall, disini terdapat semua informasi tentang Raja Sejong.

Saya sempat ketempat ini dalam jam dan hari yang berbeda, ada menjelang siang sampai sore dan ada malam. Tentu saja view dan nuansanya berbeda banget. Ketika malam hari, cahaya lampunya menjadi nuansa tersendiri yang beda ketika di siang hari. Foto-foto yang saya sajikan juga menggambarkan suasana apa adanya baik di siang hari maupun di malam hari.

Selamat ber-explore !!!

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Free Email Updates
Get the latest content first.
We respect your privacy.