Tio Ciu Pan di Go Ya Kong Pantai Labu

Tio Ciu Pan di Go Ya Kong Pantai Labu – Beberapa tahun terakhir ini, pertunjukan panggung Tio Ciu Pan menjadi trend bagi klenteng / vihara ketika klenteng atau dewanya sedang berulang tahun.  Mengundang opera Tiongkok ini memakan biaya yang tidak sedikit, karena jumlah pemainnya yang banyak, pengangkutan kostum dan peralatannya. Mungkin ini juga berhubungan dengan gengsi dari masing-masing klenteng dan pengurusnya. Beberapa klenteng di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Deli Sedang sudah menjadi langganan pementasan wayang orang dari Tiongkok ini.

Tio-Ciu-Pan 1Tio-Ciu-Pan 5Tio-Ciu-Pan 8Tio-Ciu-Pan 7Tio Ciu Pan adalah opera / wayang dengan dialek suku Tio Ciu (salah satu suku atau etnis di Tiongkok). Dimainkan langsung oleh orang memakai dialog, gerakan, tari ,dll. Kadang ada etnis lain yang disebut Hokkien Pan, dengan dialek bahasa dari suku Hokkien. Opera disajikan setiap hari berbeda cerita dan latarnya. Mereka membawakan cerita atau legenda jaman dulu.

Tahun ini Tio Ciu Pan hadir di klenteng Go Ya kong (Cin Kun Tai Ti) berlangsung dari tanggal 21 April sampai 5 Mei 2016. Pertunjukan ini dibuat dalam rangka ulang tahun Dewa Go Ya Kong di kecamatan Pantai Labu, Kab. Deli Serdang. Pementasan ini sudah merupakan yang ke-10 kalinya sejak masa pemerintahan Gus Dur. Di era OrdeBaru, mustahil bisa melihat pementasan budaya seperti ini.

Tio-Ciu-Pan 3Tio-Ciu-Pan 4Tio-Ciu-Pan 2Yang menarik dari Tio Ciu Pan ini adalah make-up wajah yang sangat menantang sesuai dengan karakter tokoh yang dibawakannya. Kostum yang dipakai bernuansa jaman dulu, seperti yang di film silat. Kemudian musik pengiringnya live dimainkan disamping kiri kanan panggung dan dialognya juga langsung tanpa melalui proses rekam. Semuanya proses berlangsung secara tradisional. Mic / pengeras suara digantung diatas panggung, supaya pemainnya berdialog dengan bebas sesuai gerakannya.

Tio-Ciu-Pan 9Tio-Ciu-Pan 12Tio-Ciu-Pan 13Tio-Ciu-Pan 11Tio-Ciu-Pan 10Tio-Ciu-Pan 14Lokasi klenteng Go Ya Kong dengan halaman yang sangat luas dipenuhi oleh parkiran mobil dan juga banyaknya orang yang berdatangan langsung dari berbagai penjuru daerah di Sumatera Utara. Luasnya lapangan parkir ini sangat membantu mobilisasi pengunjung. Bila parkir di luar klenteng akan menimbulkan kemacetan yang luar biasa, karena hanya bisa parkir di samping jalan. Uniknya lagi  pihak klenteng juga menyediakan makan malam gratis di lokasi, sebagai bentuk layanan untuk umatnya. Berbagai kuliner tersedia di lokasi tersebut.

Awal dimulai pementasan sekitar pukul 19.30 wib, warga masyarakat yang hadir mulai mengisi tempat duduk. Sayangnya, lebih banyak yang tidak mengerti dialognya yang menggunakan bahasa Tio Ciu. Sehingga tidak semua orang fokus ke panggung. Ada yang ngobrol di samping, kumpul-kumpul anak remaja, dan ada juga yang pulang karena hanya datang untuk makan.

 


Leave A Reply

Your email address will not be published.

Free Email Updates
Get the latest content first.
We respect your privacy.