Ke Singapura Melalui Terminal Ferry Sekupang

Terminal Ferry Sekupang Singapura – Singapura, transportasi melalui kapal ferry menjadi hal yang sangat memudahkan. Layanan Terminal sudah sekelas fasilitas airport. Awalnya saya kira seperti terminal bus. Ternyata terminal keberangkatannya juga banyak pilihan. Ada 5 pelabuhan ferry internasional yang menghubungkan Batam ke Singapura dan Malaysia. Ke 5 terminal ferry itu antara lain Batam Centre, Sekupang, Harbour Bay, Nongsapura dan Water Front. Lokasi anda dekat mana bisa pilih sendiri.

Karena tempat menginap kami di Batam lebih dekat ke Sekupang, kami putuskan untuk berangkat ke Singapura melalui terminal Sekupang. Sebelum jam 8 sudah tiba dilokasi dan yang sangat mencengangkan adalah persepsi akan terminal ferry Sekupang, awalnya kami kira tidak akan sebagus di Batam Centre. Ternyata memang luar biasa bagus untuk ukuran ferry internasional. Tentu jangan disamakan dengan terminal ferry yang di Parapat, dari Aji Bata ke Tomok. Kalau yang itu memang lebih jelek dari terminal bus. Dulunya kapal Pelni yang ke Medan dan Jakarta melalui pelabuhan Sekupang, tapi sekarang sudah dipindah.

Terminal Sekupang dilayani oleh 3 jenis kapal rute Singapura. Terdiri dari Sindoferry (www.sindoferry.com), Batamfast (www.batamfast.com), Majestic Fast Ferry. Dimusim liburan Desember 2016, counter penjualan tiket menawarkan aneka diskon harga, terutama untuk tiket PP (pulang pergi). Secara umum jam keberangkatan dan kembali dari Batam ke Harbour Front Singapura dari jam 6 pagi sampai jam 20.30, sedangkan jam keberangkatan dari Harbour Front ke Batam mulai dari jam 8 pagi sampai jam 21.20.

Akhirnya kami memilih SindoFerry dengan harga Rp.350.000,- pp perorang. Harga yang sepertinya lebih murah dari yang lainnya. Harga normal Rp.250.000,- untuk sekali jalan. Selain harga, juga jam berangkatnya. Jam yang tercepat kami dapat jam 8.40. Tiket ini dibeli setelah melalui proses window shopping di counter penjualan tiket.

Pagi itu terminal Sekupang tidak terlihat ada keramaian yang berarti. Walaupun long week end sudah didepan mata. Hari Senin libur umum, kami berangkat Sabtu. Kami dapat membaca tanda – tanda sama seperti pesawat udara, terminal ferry juga ada jam boarding, bila telat pintu masuk boarding akan ditutup. Sistem pemeriksaannya juga sama, cuma tidak seketat dipelabuhan udara.

Demikian juga dengan proses cap passport. Ruang tunggu boarding juga sama seperti di airport. Hanya proses naik ke ferry tidak mewah – mewah amat, masih proses tradisonal naik ke kapal. Sambil menunggu jam boarding, kami masih sempat sarapan dan minum di cafe disekitarnya.

Mimpi buruk antrian panjang

Kapal Ferry berangkat tepat waktu, walaupun penumpang hanya mengisi setengah dari kapasitasnya. Terasa masih seperti biasa dan tidak ada kepadatan berarti. Berbeda ketika tiba di Harbourfront Singapura. Antrian panjang sudah menanti. Kapal ferry yang tiba di Harbourfront bukan hanya kapal kami, tapi ada beberapa kapal yang tiba bersamaan. Kapal yang berangkat dari 4 terminal ferry lainnya di Batam. Turun kapal sudah mulai antri. Barisan antrian tidak langsung menuju ke counter cap passport, tapi disuruh naik escalator kelantai atas. Orang – orang kirain itu entah menuju kemana, tapi rupanya disuruh antri diatas dengan ratusan manusia. Baru kemudian turun lagi melalui escalator yang sama, baru menuju antrian ular tangga yang sangat panjang menuju ke tempat cap passport. Penuh sesak orang Indonesia masuk ke Singapura akibat long week end. Hari itu hari Sabtu dan hari Seninnya adalah hari libur umum, jadi ada libur Sabtu, Minggu, Senin. Belum lagi ketatnya pemeriksaan imigrsi Singapura, sehingga prosesnya berjalan lambat. Beberapa orang yang tidak dapat melalui proses di peugas cap passport, disuruh melapor ke ruang khusus. Disana mungkin mereka di interogasi dulu. Tidak tahu apa penyebabnya.

Perlu dicatat, dari mulai turun kapal … antrian … sampai selesai cap passport memakan waktu sekitar 2 jam lebih. Sebuah pekerjaan sungguh melelahkan. Naik MRT menuju Orchard Road, karena memang ada janji ketemu orang disana. Mencari lokasi MRT station saja sangat memakan waktu, akibat tidak kenal lokasi. Setelah beli tiket, masih harus bertanya, supaya tidak salah. Sampai di lokasi, ketemu teman, makan siang .. kami kembali lagi naik MRT ke Harbourfront.

Sampai di Harbourfront, tiket ferry yang open tadi di sesuaikan dengan jam keberangkatan yang tersedia. Akhirnya dapat yang jam 18.00 waktu setempat. Waktu masih menunjukkan jam 16.00 lebih. Berarti harus menunggu dengan waktu yang cukup lama.

Membeli Sim card

Sim card Indosat di jual di counter penjualan tiket Ferry. Sim dapat beroperasi hitungan 1 hari ataupun 1 minggu. Harganya Rp. 25.000 untuk penggunaan internet browsing per 1 hari. Lumayan untuk yang tidak pergi lama, terutama yang pulang pergi.

 

1 Comment
  1. APOY says

    Keyennn

Leave A Reply

Your email address will not be published.