Pengalaman mengikuti Ritual Tahunan : Bakar Tongkang 2018 Di Bagan Siapi-api, Riau

Sobat Klayapan, sudah pernah mampir ke kota Bagan Siapi–api? Mungkin kalau kampungnya bukan disana, jarang ada yang khusus datang ke kota Bagan kalau tidak ada kepentingan. Kenapa? Kalau dari Medan perjananan darat 13 jam tante…. Hehehehehe…. sangat jauh itu. Dari kota Pekanbaru sekitar 6 jam perjalanan darat. Hal yang sama buat Klayapan, ini adalah kali pertama Klayapan mendapatkan kesempatan berkunjung ke kota Bagan Siapi-api dalam rangka menyaksikan ritual Bakar Tongkang, tanggal 28 – 30 Juni 2018. Kota Bagan Siapi-api merupakan ibu kota Kabupaten Rokan Hilir, Propinsi Riau. Sebuah ritual menghormati nenek moyang dan melestarikan tradisi jaman dulu bagi kalangan etnis Tionghoa yang sudah sejak lama bermukim di kawasan itu.

ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Ketika kapal tongkang replika baru keluar dari kandangnya

Ada puluhan ribu masyarakat Tionghoa yang membanjiri kota Bagan Siapi–api untuk mengikuti dan menyaksikan event nasional yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata. Tidak hanya berasal dari berbagai kawasan dari Indonesia, tapi juga berasal dari negara lain. Kegiatan berpusat di klenteng Ing Hok Kiong, semua kegiatan dilakukan di klenteng ini dan Klenteng Ing Hok Kiong merupakan klenteng yang tertua di Bagan Siapi–api.

ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Arak-arakan satu hari sebelumnya

Sobat Klayapan…… Tongkang atau kapal yang dibakar adalah kapal replika yang sudah dihiasi dengan berbagai pernak pernik yang layaknya seperti kapal dewa. Ritual ini biasanya dilakukan pada setiap tanggal 16 bulan bulan lima penanggalan lunar, makanya dalam bahasa Hokkian sering disebut Go Guek Cap Lak (Tulisan ini sering ditemukan dalam berbagai liputan tentang bakar Tongkang).

ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Ritual sembahyang di klenteng Ing Hok Kiong

Konon kabarnya ritual ini sudah berlangsung sejak tahun 1820, dimana saat itu mulai gelombang mendaratnya orang Tiongkok di Bagan Siapi-api untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Mereka berasal dari propinsi Fujian, Tiongkok dan ketika mereka sudah berada di Bagan Siapi-api, mereka sepakat untuk tidak kembali lagi ke tanah kelahirannya. Sebagai wujud dari kesepakatan itu, kapal ritual kayu yang mereka tumpangi itu dibakar. Kegiatan ini kemudian dijadikan ritual yang dilakukan terus menerus sampai beberapa generasi dan bahkan menjadi ritual penting bagi masyarakat Bagan yang telah hidup dan berada di daerah lain atau di luar negeri. Mereka akan pulang kampung bersama untuk mengikuti ritual ini dan dipercaya dapat membawa berkah bagi kehidupan mereka. Kegiatan ini sempat terhenti di jaman Orde Baru.

ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Diantara padatnya orang-orang

Tahun ini, jadwal bakar Tongkang akan dilakukan pada tanggal 30 Juni 2018. Sehingga kami dari Medan sudah mulai berangkat tanggal 28 atau hari jumat malam. Perjalanan kami sekitar 13 – 14 jam membuat pengalaman yang sangat berharga. Mungkin tidak banyak yang mau melakukan perjalanan yang segitu lama ini. Buat kami tentunya baru pertama kali dapat melihat langsung ritual Bakar Tongkang adalah sesuatu yang sangat menarik dan hasil fotonya dapat dilihat di artikel ini.

ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Ritual menyembah Dewa Laut Kie Ong Ya

Satu hari sebelum dibakar, dilakukan ritual tongkang keluar dari sebuah rumah tempat pembuatannya, ruko yang persis di sebelah klenteng Ing Hok Kiong dalam kondisi wajah sang Dewa yang ada di depan kapal masih tertutup kain merah. Dewa laut Kie Ong Ya merupakan salah satu Dewa yang disembah dan dipercaya jaman dulu merupakan dewa yang menunjukkan arah leluhur mereka bisa sampai ke Bagan Siapi-api. Kemudian kapal beserta patung-patung kertas dewa diarak keliling kota untuk disaksikan masyarakat setempat dan kemudian diletakkan kembali ke Klenteng Ing Hok Kiong.

ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Kapal tongkang parkir di tempatnya sebelum dibakar

Baru menjelang malam hari kegiatan sembahyang ramai dilakukan, demikian juga persembahan mulai banyak, terutama Kim Cua (kertas yang berwarna kuning emas). Sekalian juga malam itu ada ritual terhadap kapal dengan pembukaan kain merah penutup muka dewa tadi dan juga kertas yang menutup wajah–wajah Dewa yang akan dibakar. Kegiatan ini berlangsung terus sampai tengah malam. Kepulan asap hio ada disetiap sudut ruangan, sehingga kita harus mampu menjaga ritme dengan mata yang cukup pedih kena asap hio. Sedangkan diluar klenteng, masyarakat berdatangan menyusun barang-barang persembahan diatas meja yang sudah disiapkan panitia. Masyarakat silih berganti datang sembahyang dan menyusun barang-barang persembahan ini. Hal ini terus dilakukan sampai besok pagi dan menjelang siang.

ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Malam ritual melepas penutup muka dari Dewa laut Kie Ong Ya

Disisi lain, dilokasi yang berdekatan, ada panggung hiburan yang mewah dengan artis–artis yang di datangkan dari Taiwan. Tempat ini juga dipadati ribuan orang yang datang dari berbagai daerah dan negara lain. Sehingga banyak jalanan yang ditutup yang digunakan sebagai tempat duduk penonton. Disetiap simpang jalan telah disiapkan layar besar bagi yang tidak dapat melihat langsung ke panggung hiburan. Semua kegiatan dipanggung dapat dilihat melalui layar besar, seperti nonton bareng layar tancep.

ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Melewati gerbang menuju lokasi pembakaran
ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Arak-arakan kapal tongkang di jalanan

Besoknya, Sabtu, 30 Juni 2018, setelah lewat jam siang baru dimulai arak–arakan kapal replika Tongkang yang dipikul oleh puluhan warga secara bergantian menuju tempat dibakar. Panas terik mengiringi padatnya orang–orang yang mengikuti prosesi arak–arakan serta dengan rapinya penduduk sekitar menunggu di depan rumahnya dengan memegang hio dan memanjatkan doa–doa persembahan mereka ketika iring–iringan kapal sedang melintasi. Sesuatu yang tidak ditemukan ditempat lain, masyarakatnya sangat khusuk menanti replika kapal tongkang melewati rumah mereka. Kapal bergerak dengan gagah, walaupun kadang kapal mengalami kemiringan. Sangat berbahaya bila kapal tersebut oleng dan jatuh bisa menimpa orang disekitarnya.

ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Masyarakat menunggu dengan khusuk disepanjang jalan

Akhir dari arak – arakan adalah di Jl. Perniagaan, disebuah lapangan yang telah dipersiapkam setiap tahunnya sebagai tempat pembakaran tongkang. Padatnya manusia, panasnya cuaca serta asap dari pembakaran hio membuat kami sangat menderita untuk mengambil foto yang baik. Kalau tidak kuat, mungkin bisa pingsan menghirup asap dan panasnya ditengahnya himpitan orang. Itulah konsekwensi yang harus dihadapi. Kapal Tongkang diletakkan diatas tumpukan kertas kimcua dan tentu saja sangat mudah dibakar. Sekitar jam 4 sore, setelah dilakukan berbagai seremonial kata sambutan, pembakaran pun dimulai. Api sangat cepat menjalar keseluruh tubuh kapal.

ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Keramaian di festival bakar tongkang
ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Asap hio ada dimana-mana

Ternyata ada satu cerita yang menarik dan ditunggu oleh sebagian masyarakat yang mengerti. Mereka menunggu ke tiang kapal (tiang layar) yang dibagian tengah itu jatuh kearah mana dan arah jatuhnya itu merupakan arah keberuntungan buat berbisnis. Tahun ini arahnya usaha di bidang apa yang baik dan membawa rezeki. Ternyata arahnya ke Selatan, berarti di yakini rezeki akan lebih banyak di darat. Bila arah sebaliknya, maka rezeki akan lebih banyak di laut.

ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Menuju persiapan akhir
ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Akhir ritual yang di tunggu – tunggu
ritual tahunan, bakar tongkang 2018, siapi-api riau, ritual bakar tongkang, tradisi bakar tongkang, tradisi riau, ritual riau
Fotografer diantara asap sisa pembakaran

Mudah-mudahan perjalanan panjang dan berat ini dapat menginspirasi sobat Klayapan ….

Untuk memudahkan sobat Klayapan selalu menerima update tulisan disini, silakan isi form “subcribe” dan ada di halaman depan website ini. Sangat mudah dan membuat anda tidak ketinggalan cerita-cerita terbaru.

4 Comments
  1. christin says

    informasi nya menarik. tahun depan pengen ikutan juga kesana menyaksikan langsung 😀

    1. petrus loo says

      mantap resolusinya …

  2. Ezi says

    Klayapan.com selalu meracuni ku.
    Selalu memunculkan keinginan kuat untuk ikut menyaksikan acara dan event yang di share .
    Awesome bang petrus .selalu terus berkarya ya
    Selalu menanti kan story sharing nya

    1. petrus loo says

      mudah2 an racun nya ga ganas ya …hehehe

      makasih sudah menikmati ..

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Free Email Updates
Get the latest content first.
We respect your privacy.