Panorama Harian Boho Masih Jauh dari Sentuhan Manusia

Panorama Harian Boho Samosir – Danau Toba selalu indah bila dipandang dari sisi manapun. Terlepas dari hingar bingar pemerintahan Jokowi yang akan menjadikan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata nasional. Ada 7 kabupaten yang mengitarinya dan tentu saja perkembangan wisatanya juga pasti berbeda-beda. Lain Pemkab nya, pasti lain sentuhannya. Memang belum ada kabupaten yang menonjol dalam pengelolaan pariwisatanya.

Harian Boho yang masih termasuk wilayah administratif Kabupaten Samosir. Bila kita datang dari Menara Pandang Tele sebelum sampai ke Kota Panguruan, ada belokan jalan ke kanan yang menuju ke Kecamatan Harian. Jalan itu jugalah yang menuju air terjun Efrata, desa Sosor Dolok. Jalan menuju air terjun Efrata juga masih sangat buruk dan sangat kecil. Menyulitkan 2 mobil yang akan berpapasan. Untuk menuju ke daerah ini, saya kesulitan mempelajadi apabila dengan kendaraan umum. Karena beberapa kali melintasi daerah ini, tidak nampak ada angkot yang lewat. Kalau lintasan Tele ke Pangururan banyak kendaraan umum. Bila memasuki daerah ini, sangat minim kenderaan roda empat yang lewat.

Jalan ke pedesaan yang masih kurang baik, makin masuk kedalam makin mengecil jalannya. Hamparan sawah dengan latar belakang danau dan perbukitan ada di kanan kiri jalan yang kita dilalui. Suasana desa masih belum tersentuh aroma wisata. Tidak ada hotel, rumah makan, mini market atau sejenisnya. Semua masih alami dan bagi yang mau bermalam disini silakan bawa perlengkapan camping masing – masing. Sudah mulai banyak kalangan muda yang camping disini dengan sepeda motor mereka datang. Dampak positif dan negatifnya pasti aka ada. Misalnya dampak lingkungan terhadap sampah berserakan yang tidak dapat dihindari. Tidak ada papan petunjuk atau himbauan atau informasi apapun tentang lokasi-lokasi yang biasa disinggahi oleh para penggemar keindahan Danau Toba.

Beberapa kali menyambangi lokasi ini, baru kali inilah kami camping di Harian Boho. Salah satu tujuannya agar bisa mendapatkan sunrise dan ingin mengetahui  suasana bermalam dan paginya seperti apa. Tentunya ingin mendapatkan spot sunrise itu seperti apa.

Lokasi yang kami pilih belum sampai Bukit Holbung Martahan, desa Janji Martahan. Kami sempat kelewatan dan sudah hampir mendekati Bukit Holbung. Jalan tanjakan menuju Bukit Holbung sudah di cor beton, tapi hanya dapat dilalui satu mobil. Bila mau berpapasan dengan mobil yang lain pasti tidak bisa. Yang berbahaya itu berem jalannya, kiri kanan jalan. Jarak antara beton dengan tanah itu sekitar 15 – 20 cm, kalau ban mobil kelewatan ke tanah, akan sulit untuk naik lagi. View nya hampir sama dengan sisi lainnya dari Harian Boho, hanya angle nya saja yang berbeda. Pemandangan dari atas memang sangat luar biasa indahnya.

Lokasi yang kami pilih memang jauh dari pemukiman penduduk, namun dekat spot yang kami inginkan. Jadi jugalah menikmati suasana camping seperti jaman anak muda dulu. Tidak terasa sekarang sudah sangat jauh berbeda,baik dari segi usia maupun segi lainnya. Pagi-pagi sebelum matahari terbit, kami sudah mulai trekking ke bukit untuk mempersiapkan peralatan dan memilih lokasi penempatan tripod.

Sampai saat ini , harian Boho masih aman dari preman ataupun yang sejenisnya. Karena memang tidak terlalu ramai pengunjung dan tidak juga terlalu banyak kelihatan penduduk setempatnya. Semua berjalan sangat natural dan alami. Kalau lokasi ini ditata dengan baik, dengan adanya tempat penginapan yang sederhana. Alangkah baiknya disini sudah mulai dibentuk lokasi wisata yang ada sarana prasarananya, seperti tempat makan, hotel, jalur pendakian bukit, toilet, dll. Supaya semuanya dapat tertata lebih rapi.

4 Comments
  1. Maria says

    Hebat Pak Petrus sudah mengabadikan keindahan Indonesia yang tiada bandingannya..

  2. Maria says

    Ehh kok saya belum pernah kemari ya? Apa tempat ini terlewatkan oleh saya? Tapi untung ada pak Petrus Loo yang sudah mengulas lokasi ini sehingga saya bisa mengunjungi tempat ini disaat liburan..sukses trus ya pak..biar trus jalan2 dan trus mengabadikan tempat2 di seluruh Indonesia..

  3. Muhammad ibnu says

    Semoga dengan adanya tulisan banyak orang datang ke boho untuk menikmati keindahan alam ini. Sukses terus pak

  4. alihandan says

    mantab pak
    Gambarnya seger2 dilihatnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Free Email Updates
Get the latest content first.
We respect your privacy.