Menginap di Bandara Haneda

Bandara Haneda menjadi salah satu pintu masuk Jepang terbesar bersama bandara Kansai Osaka dan tentunya bandara Narita yang sama-sama berada dekat dengan Tokyo. Walaupun bandara Narita tidak berada di Tokyo. Lebih tepatnya berada di Chiba. Tetap menjadi pintu masuk wisatawan jika ingin berkunjung ke Tokyo.

Nama Haneda Airport lebih populer dibandingkan Bandar Udara Internasional Tokyo, untuk membedakannya dari Bandara Internasional Narita yang pernah dinamakan “Bandara Internasional New Tokyo” (New Tokyo International Airport) hingga tahun 2004. Haneda menangani hampir semua penerbangan ke dan dari Tokyo, sementara Bandar Udara Internasional Narita menangani sebagian besar penerbangan internasional. Pada tahun 2010, terminal internasional dibuka di Haneda bersamaan dengan selesainya pembangunan landas pacu keempat.

Jika kita terbang dari Indonesia transit di Kuala lumpur atau dari Jakarta sekalipun. Ada dua pilihan, yaitu bandara Haneda dan bandara Narita. Dengan pertimbangan lokasi yang lebih dekat dengan Tokyo dan akses transportasi yang lebih murah tentu saya memilih bandara Haneda.

Nah, tahun ini. Saat saya berangkat ke Jepang. Pilihan saya jatuh menggunakan pesawat Airasia dari Medan menuju Tokyo yang transit di Kuala lumpur. Harga tiket pesawat saat itu dengan bagasi 20 kg, makan, dan pilihan kursi tidak sampai 3 juta untuk 1 orang tiket one way. Berangkat dari Medan pagi jam 8 WIB. Ada delay sekitar 1 jam di bandara Kualanamu. Mendarat di Malaysia pada jam 11 waktu Malaysia dan transit selama sekitar 3 jam. Pindah pesawat ke yang lebih besar tapi kita tidak perlu melakukan pemeriksaan di Kuala lumpur. Pesawat menuju Tokyo berangkat di Jam 14.30 waktu Malaysia.

Dari Kuala lumpur dibutuhkan waktu sekitar 7 jam untuk menuju Tokyo. Sampailah di Tokyo tepatnya di bandara Haneda jam setengah 11. Karena beberapa hal maka waktu itu kita terpaksa mengantri di antrian paling belakang di Imigrasi bandara Haneda.

Sebenarnya ada beberapa pilihan menginap. Bisa di hotel bandara atau hotel kapsul yang tersedia atau tetap nekat ke Tokyo menggunakan Taksi. Tapi dengan alasan agar hemat dan efesien akhirnya kami menginap atau tidur di kursi yang tersedia di bandara hehehe. Banyak kursi bandara yang tersedia untuk dijadikan tempat beristirahat terminal internasional. Sembari mencari tempat yang nyaman untk tidur kami mencari prayer room terlebih dahulu yang ternyata ada di lantai dua terminal keberangkatan international alias hanya turun satu lantai dari kedatangan.

Berhubung ada tempat yang nyaman di depan prayer room maka kami memutuskan  untuk menaruh barang dan istirahat di sana. Prayer room disini ada dua ruangan yang bersebelahan dengan ukuran yang tak terlalu besar tapi masih layak. Pintu yang memiliki system keamanan tersendiri dan sudah ada tempat wudhu di dalam. Namun jika ingin ke kamar mandi lokasinya memang agak berjauhan.

Kemudian setelah sholat kami beristirahat dengan mencoba berbaring di atas kursi. Juga tersedia banyak tempat men-charge HP. Jadi kehabisan baterai jangan takut, ya! Oiya, bagaimana soal barang? Di sana mudah-mudahan aman karena selalu ada polisi atau pengamanan bandara yang berpatroli untuk menjaga keamanan.

Karena di lantai 2 itu adalah keberangkatan maka ada banyak sekali counter check-in milik maskapai. Namun karena sudah lewat jam 12 malam dan tidak ada lagi penerbangan maka semua counter telah tutup. Jika tidak salah menjelang jam 5 sudah mulai buka lagi. Jadi jangan kesiangan ya! Hehehe.

Ada yang istimewa sebenarnya di terminal internasional ini. Ada miniatur Jepang zaman Edo yang memang sengaja di bangun. Miniatur ini memanjang di salah satu sisi terminal keberangkatan. Namun, punya lantai sendiri. Jadi kita bisa naik escalator atau lift. Suasana Jepang masa lalu yang khas bisa dijadikan tempat berfoto di kala senggang.

Nah disana juga terdapat beberapa restoran yang buka 24 jam. Setau saya ada 3 restauran di lantai 2. Salah satu yang saya ingat Yashinoya. Tapi, sayangnya karena tidak ada label halal saya lebih memilih untuk membeli onigiri di lantai 1. Tepatnya di minimarket Lawson.

haneda international airport, bandara haneda

Jika ingin mandi juga tersedia Shower room dengan biaya tertentu. Ya lumayan membantu lah jika kita sudah gerah karena lama di dalam perjalanan.

Transportasi ke Tokyo itu kembali aktif di jam 5 atau 6. Ada beberapa pilihan transportasi yang ingin digunakan jika ingin ke Tokyo. Pertama Taksi, yang paling mahal. Jika dirupiahkan mungkin bisa jutaan. Kemudian kalian juga bisa menaiki Limousine Bus yang memiliki beberapa jurusan untuk daerah Tokyo. Atau tanyakan saja tujuan kalian ke petugas maka nanti akan diberi saran untuk bus yang terdekat, biayanya adalah 1,230 yen. Kemudian, juga bisa naik kereta api. Yang paling murah, jika ingin ke stasiun Shinjuku tiketnya hanya sekitar 600 yen. Namun, Untuk yang baru pertamakali ke Jepang maka naik kereta api mungkin  kurang baik karena harus membawabanyak barang bawaan kemudian transit di stasiun lain. Dan jika tujuannya stasiun Shinjuku maka siap-siap di bikin pusing karena banyaknya pintu keluar dan jalur kereta Api di sana.

Selamat  berpetualang di Jepang!

6 Comments
  1. sugeng says

    thanks tulisan nya bang. kebetulan sy dr JKT transit KL dg flight yg sama, 14.30 ke Haneda.
    tanya boleh ya:
    1. mana yg lbh nyaman nginep & istirahat di Haneda nya yg depan prayer room, atau ada pilihan lain nya?
    2. klu shower room nya ada di lantai brp ya?

    1. Fathan Abdillah says

      boleh pak…

    2. Fathan Abdillah says

      shower room ada di arrival lobby, lantai 2 dengan biaya ¥1,030/30 menit atau ¥520 untuk penambahan waktu per 15 menit berikutnya…

  2. Rani says

    Kak krmaren di imigrasi bandaranya lancar gak kak…mau backpackeran sendirian tiket pp booking hotel itinerar tiket wahana ama jr udh ready…tp visaku waiver…agak nyesel kmaren buat visa waiver krn banyak postingan yg kena random…mohon dishare ya pas di imigrasinya

  3. Anton sujarwo says

    Maaf mas saya mo tanya. Sya sekarang di jepang yg tgl. 4 agustus InshaaAllah saya pulang ke indonesia. Yg ingin sya tanyakan di airport internasional dilantai berapa utk chek in keberangkatan pesawat garuda indonesia. Sekian terima kasih

    1. Petrus Loo says

      untuk tempat checkin sama semua di keberangkatan, ada di lantai 1 tapi booth no berapa saya kurang tau (fathan, red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Free Email Updates
Get the latest content first.
We respect your privacy.