Pabrik tua di sulap menjadi taman kreatif di HUASHAN CREATIVE PARK

Huashan creative park, atau Huashan 1914 creative park, ada juga yang menyebutnya Huashan Creative Arts Park, asal mula sejarahnya sudah berdiri sejak tahun 1916 pada jaman pendudukan Jepang yang saat itu bersama Taihoko Winery,  pabrik pembuat wine /anggur yang memproduksi SAKE , ginseng wine dan tempat pelestarian anggrek ngengat . Di tahun 1945 ketika pemerintah Taiwan mengambilalih kepemilikan, namanya berubah menjadi Taiwan Province Monopolly Bereau, Taipei Wine Factory. Kemudian ditahun 1949 Biro monopoli Taiwan memasukkan tembakau kepada list barang mereka, maka pabrik itu kembali merubah namanya menjadi Taiwan Province Tobacco and Wine Government Monopoly Bereau, Taipei First Winery. Pertengahan tahun 1960, pabrik ini berubah nama lagi menjadi Fruit Wine Factory. Di saat itu beras anggur mulai menempati bagian terbesar dari produksinya.

Pada tahun 1987 , urbanisasi kota Taipei yang pesat, dan juga proses pembuatan wine yang menyebabkan polusi, disertai harga properti yang meningkat ,pabrik ini dipindahkan ke luar daerah Taipei, yaitu ke Distrik Linkou. Dan pabrik ini diambil alih oleh pemerintah setempat. Hingga pada tahun 1997 yang selama ini terbengkalai lebih kurang 10 tahun , oleh pemuda setempat mendobrak masuk dan mementaskan pertunjukan karya seni.

Pada tahun 2003, pabrik ini mulai direkonstruksi oleh Dewan Kebudayaan Taiwan dan akhir tahun 2005, Huashan Crative Park mulai beroperasi , dan berangsur menjadi tempat para seniman muda Taiwan untuk berkreasi, serta menjadi destinasi wisata yang sangat menarik dikunjungi di Taipei. Taman seluas 7 ha ini menjadi kombinasi dan perpaduan dari pusat seni dan pusat kuliner yang bernilai tinggi.

Masa kini pabrik ini telah dirubah menjadi salah satu pusat kebudayaan Taipei. Selain itu banyak fasilitas lain didalamnya seperti  galeri seni, restoran, dan tempat nongkrong keren dan nyaman. Terletak di Distrik Zhongzheng, Kota Taipei, Huashan Creative Park 1914 jadi destinasi yang ramai dikunjungi oleh anak muda domestik untuk menghabiskan malam maupun libur akhir pecan dan juga turis dari manca negara.

Di dalam komplek Huashan 1914 Creative Park, Bangunan dengan kesan artistik dan classic terasa kental, banyak toko kreatif yang menjual berbagai produk kreasi para seniman. Kebanyakan produk tersebut dibuat secara handmade dan “Limited Edition”, desainnya pun eksklusif, tidak dijual di toko lain. Restoran-restoran juga membantu para seniman.

Sebenarnya di Indonesia sendiri banyak bangunan tua (seperti kota tua Jakarta) bisa menjadi keunikan tersendiri jika dikelola dengan benar. Bangunan-bangunan kuno dan lama terbengkalai ini bisa jadi tempat destinasi wisata yang menarik. Tinggal bagaimana tekad dan kemauan kita untuk mewujudkan itu menjadi kenyataan.

Traveler yang sedang liburan ke Taipei, saya rekomendasikan untuk berkunjung ke destinasi ini. Huashan Creative Park ini ada di Jalan Bade No 1, Section 1, Distrik Zhong zheng, Taipei City, Taiwan. Buka dari jam 09.30 hingga 21.00 waktu setempat. Bila menggunakan MRT, dari Banan Line menuju stasiun Zhongxiou Xinsheng. Dari stasiun perlu berjalan sekita 3 menit.

Bagi yang ada rencana ke Taiwan, jadikan Huashan 1914 Creative Park menjadi salah satu tujuan destinasi anda … jangan lupa itu.

1 Comment
  1. Himawan Sant says

    Nah seperti ini nih … bangunan kuno difungsikan sebagai kegiatan seni patut dicontoh buat diaplikasikan di gedung2 tua peninggalan Belanda yang banyak ada di Indonesia.

    Selain bisa utk belajar sejarah, juga mengenal seni.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Free Email Updates
Get the latest content first.
We respect your privacy.